KETIK, MALANG – Dr. H.M. Hasanuddin Wahid, M.Hum resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2026-2031. Hasanuddin Wahid menjadi alumni dengan pengalaman panjang dalam organisasi kemahasiswaan hingga politik nasional.
Sebagai ketua IKA UIN Malang, pengalaman Hassanudin Wahid dalam organisasi maupun parlemen pemerintah menjadi bekal penting untuk memperkuat jejaring dan kontribusi alumni bagi almamater dan masyarakat.
Perjalanannya dalam berorganisasi di kampus mampu membawanya menjadi bagian dari pemerintah nasional. Ia mulai mengawali karir di organisasi ketika menjadi mahasiswa di UIN Malang dan bergabung serta aktif dalam organisasi kemahasiswaan, termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Selama berada di lingkungan akademik yang religius dan nasionalis, ia tumbuh menjadi sosok yang memiliki ketertarikan kuat dalam organisasi dan pergerakan.
Tak hanya seorang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan, Hasanuddin Wahid aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Baca Juga:
Antusiasme Tinggi, Sekjen PKB Cak Udin Siap Jadikan Kejurda Futsal Agenda Tahunan di Kota BatuJiwa kepemimpinannya mulai terkihat melalui kegiatan organisasi. Dari pengalamannya di dunia organisasi dan pergerakan, ia terbiasa menciptakan gagasan, membentuk dialektika kritis, hinggan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dengan pengalaman tersebut, ia mampu membawa ilmunya ketika keluar dari kemlus dan mulai memasuki ruang lingkup pengabdian yang lebih luas.
Menurutnya, UIN Malang menjadi tempat yang tak hanya memberikan ilmu teologi dan sains, namun juga tempat mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya integrasi, keislaman, keilmuan, dan profesionalisme. Nilai-nilai yang ia dapatkan tersebut, ia bawa dalam berbagai penugasan publik.
Dalam panggung nasional, Hasanuddin Wahid berhasil membuktikan kemampuannya berkiprah di dunia politik. Lulusan UIN Malang tersebut dipercaya untuk menduduki posisi strategis, seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Baca Juga:
Berawal dari Aktivis Tabloid SiNar, Miftah Kini Kembali Mengabdi di AlmamaterDalam dunia politisi, Hasanuddin Wahid dikenal sebagai legislator yang cukup vokal dan konstruktif. Ia turut menyuarakan aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, kepemudaan, dan kesejahteraan sosial.
Selama menjalankan tugasnya sebagai pejabat publik, Hasanuddin menjadikan UIN Malang menjadi landasan moral dalam melaksanakan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran.
Tak hanya itu, ia juga menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kabangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, politik bukan hanya sekadar perebutan pengaruh, melainkan wadah pengabdian sosial yang mengahadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Hasanuddin Wahid juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan tingkat nasional. Ia mampu menjembatani berbagai kelompok dan membuatnya dikenal di kalangan akademisi, ulama, anak muda, hingga pelaku industri kreatif.
Saat ini, ia juga telah mendapatkan amanah sebagai Ketua IKA UIN Malang. Tentunya posisi ini akan membawanya menghadapi pekerjaan besar untuk menyatukan potensi puluhan ribu alumni dari berbagai generasi, daerah dan negara.
IKA UIN Malang memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya terkelola secara maksimal. Di bawah kepemimpinan Hasanuddin Wahid, organisasi alumni in diharapkan dapat mengalami perkembangan menjadi organisasi yang modern, adaptif, dan memberikan dampak nyata.
Ia juga telah melakukan sejumlah langkah dalam menciptakan kesatuan alumni UIN Malang melalui jejaring karier alumni, kolaborasi strategis dengan almamater, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial berkelanjutan.
Dengan memadukan pengalaman organisasi, jejaring luas, dan kedekatan almamater menjadi modal Hasanuddin Wahid dalam memimpin IKA UIN Malang.
Dalam hal ini, IKA UIN Malang diharapkan bukan hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga rumah besar untuk melahirkan gagasan dan kontribusi bagi kemajuan UIN Malang dan Indonesia.
Dengan kepemimpinan baru ini, IKA UIN Malang akan melalui langkah awal perjalanan untuk memperkuat kebersamaan dan membangun masa depan institusi.(*)