KETIK, ACEH BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat masih dalam penanganan petugas gabungan hingga Sabtu, 5 September 2026.

Luas lahan yang terbakar berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Aceh Barat kini mencapai 13 hektare.

Karhutla tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Johan Pahlawan, Samatiga, Kaway XVI, dan Woyla.

Untuk Kecamatan Johan Pahlawan, kebakaran terjadi di kawasan Blang Beurandang dengan luas sekitar 3 hektare.

Sementara di Kecamatan Samatiga, api membakar lahan di Gampong Mesjid Baro seluas 5 hektare dan Gampong Leukeun sekitar 1,5 hektare.

Baca Juga:
Serentak se-Indonesia, 35 Talenta Ikuti Audisi Bintang Radio RRI Meulaboh 2026

Kemudian di Kecamatan Kaway XVI, kebakaran terjadi di Gampong Simpang dengan luas sekitar 2 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Woyla, titik api berada di Gampong Aron Tunong dengan luas sekitar 1,5 hektare.

Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Dharmawan, mengatakan proses pemadaman masih berlangsung di sejumlah lokasi.

“Sebagian titik api sudah berhasil dikendalikan. Namun, masih ada asap dan potensi api kembali menjalar,” kata Dharmawan, Sabtu, 5 September 2026.

Baca Juga:
Kebakaran Hanguskan 6 Ruang Kelas SMA N 1 Bantarkawung Brebes, Api Diduga Berawal dari Belakang Toilet

Menurut Dharmawan, petugas menghadapi kendala medan saat menuju sejumlah titik api. Beberapa lokasi berada di kawasan hutan sehingga sulit dijangkau secara langsung.

“Medan menuju titik api cukup berat. Kondisi angin yang kencang juga membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini sekitar 85 persen api telah berhasil dipadamkan.

Khusus di Gampong Aron Tunong, Kecamatan Woyla, api telah berhasil dipadamkan 100 persen.

Sementara titik lainnya masih dalam pemantauan dan penanganan petugas.

Dharmawan menjelaskan, karhutla tersebut menyebabkan kerusakan vegetasi. Asap yang ditimbulkan juga mengganggu pernapasan warga di sekitar lokasi.

Sementa itu, dalam penanganannya, BPBD Aceh Barat melibatkan personel TNI, Polri, KPH IV Aceh, serta masyarakat.

Petugas juga mengerahkan dua unit kendaraan D-Max, satu unit drone, serta tiga mesin air berikut selang untuk mendukung proses pemadaman.

“Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan,” tandas Dharmawan.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat sejak Selasa, 1 September 2026.(*)