KETIK, TRENGGALEK – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Trenggalek terus menunjukkan kesiapannya menatap.Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Salah satunya adalah sukses meraih 6 medali pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) VII di Kabupaten Bojonegoro, 2-4 Oktober 2026.
"Alhamdulillah, anak-anak berhasil meraih 6 medali pada Porprov di Bojonegoro," kata Hendri Gunawan, Ketua Umum FOPI Trenggalek kepada Ketik.com, Senin 5 Oktober 2026.
Hendri sapaan dia, menjelaskan, untuk perolehan medali tersebut masing dari kelompok beregu putri dengan 4 medali perunggu dan double mix dengan 2 medali perak.
"Jadi Trenggalek berhasil meraih 6 medali dari dua kategori nomor tersebut," tuturnya.
Baca Juga:
Senam Trenggalek Pasang Target Tinggi di Porprov 2027, Dua Emas?Kemudian, pada Kejurprov tersebut merupakan implementasi dari mini Porprov, karena atlet-atlet yang bertanding merupakan pilar penting di Porprov mendatang. Namun, dari dua nomor yang kita dapat nantinya akan dievaluasi atau diolah kembali.
"Artinya atlet-atlet yang bermain di beregu putri bisa saja tidak dimainkan tapi bermain di nomor yang lain," ujarnya.
Ia menargetkan pada Porprov tahun depan anak asuhnya bisa meraih medali di tiga hingga empat nomor, dengan asumsi dari hasil Kejurprov bisa masuk di babak 16 besar.
"Kita target perunggu pada Porprov dari 17 nomor yang dipertandingkan. Syukur-syukur kalau bisa lebih dari medali perunggu. Apakah perak ataupun emas," ungkapnya.
Baca Juga:
Atlet MMA Trenggalek On Fire, Sabet Dua Emas di Kejurprov MMA Jatim 2026Ia menyampaikan, capaian terbaik atlet petanque Trenggalek pada Porprov adalah masuk babak delapan besar saat digelar di Malang. Oleh karena itu, dengan kepengurusan yang baru kita optimis bisa berbuat lebih baik. Hal ini bisa dilihat dari hasil Kejurprov.
Selanjutnya, pada November mendatang akan ada even, yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang bisa dijadikan tes even dengan beberapa target yang telah dirancang oleh manajemen. Sehingga atlet benar siap saat diberangkatkan menjadi duta Trenggalek di Porprov.
"Secara umum kita sudah siapkan kerangka tim berjumlah 13 atlet, namun tergantung berapa kuota yang diberikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek. Semoga saja 13 atlet ini diberangkatkan semua," tandasnya.
Ia juga menyinggung jika cabang olahraga (Cabor) petanque mempunyai prospek di Trenggalek. Apalagi olahraga ini cuma membutuhkan alat yang harganya tidak mahal. Termasuk kesedian lapangan yang tidak terlalu berlebih.
Di kepengurusan yang baru, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar masyarakat Trenggalek lebih mengenal yang namanya petanque.
"Untuk sementara atlet-atlet yang ada sekarang masih tersentral di Kecamatan Bendungan dan Kecamatan Gandusari. Semoga kedepan masyarakat Trenggalek suka dengan Cabor ini, karena tidak hanya untuk usia muda tapi bisa dimainkan untuk usia diatas 30 tahun," tandasnya (*)