KETIK, MALANG – Perumda Tirta Kanjuruhan turut berkontribusi dalam keberhasilan Pemerintah Kabupaten Malang meraih penghargaan nasional sebagai Kabupaten Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025.

‎Ajang pemberian penghargaan tersebut diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. ‎Kontribusi tersebut diwujudkan melalui 35 inovasi perusahaan yang secara resmi diikutsertakan dalam ajang IGA 2025. 

‎Puluhan inovasi itu menjadi bagian dari sekitar 200 inovasi yang diusung Pemerintah Kabupaten Malang.
‎Tak hanya berkontribusi terhadap capaian Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan juga berhasil memborong dua penghargaan.

Perumda Tirta Kanjuruhan ketika mendapatkan penghargaan IGA. (Foto: Perumda Tirta Kanjuruhan)

Yakni kategori BUMD dengan Jumlah Inovasi Terbanyak dan kategori Nilai Kematangan Inovasi Tertinggi melalui program inovasi MyTirtakanjuruhan.

‎Berbagai inovasi yang diikutsertakan mencakup sejumlah sektor. Mulai dari transformasi digital, peningkatan pelayanan pelanggan, efisiensi operasional, tata kelola perusahaan, hingga optimalisasi pengelolaan sumber daya air.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Perumda Tirta Kanjuruhan di Jakarta pada 10 Desember 2025. Capaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang tidak sekadar mengejar penghargaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, S.Sos., M.M., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen perusahaan.

‎Menurutnya, Tim Agen Perubahan memiliki peran penting dalam mendorong tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan Perumda Tirta Kanjuruhan.

‎“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Tim Agen Perubahan menjadi salah satu penggerak untuk memastikan semangat inovasi tumbuh di setiap lini perusahaan,” tegas Syamsul Hadi ditulis Kamis, 27 Agustus 2026.

‎Ia menambahkan, inovasi di Perumda Tirta Kanjuruhan tidak boleh hanya muncul ketika mengikuti ajang IGA. Lebih dari itu, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja yang mampu memberikan manfaat bagi pelanggan, perusahaan, maupun Kabupaten Malang.

‎“Kami ingin inovasi tidak hanya hadir saat mengikuti IGA, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja dan menghasilkan manfaat bagi pelanggan, perusahaan, serta Kabupaten Malang,” ucapnya.

‎Perumda Tirta Kanjuruhan pun tidak menjadikan capaian IGA 2025 sebagai garis akhir. Perusahaan kembali meningkatkan target inovasi untuk menghadapi IGA 2026.

‎Sebanyak 37 inovasi tengah dipersiapkan untuk diikutsertakan pada ajang tersebut. Jumlah itu meningkat dibandingkan 35 inovasi yang diusung pada IGA 2025.

‎Peningkatan tersebut menunjukkan komitmen Perumda Tirta Kanjuruhan untuk terus mengembangkan inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Malang.

‎Dengan langkah tersebut, inovasi diharapkan tidak berhenti sebagai program penghargaan, tetapi terus berkembang menjadi solusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)

Baca Juga:
Negara Hadir Lindungi PMI, Menko Muhaimin Resmikan Malang Migrant Center  ‎
Baca Juga:
Bupati Sanusi Resmikan RS Hermina Kepanjen, Layanan Kesehatan di Kabupaten Malang Kian Lengkap ‎