KETIK, JAKARTA – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Aries Agung Paewai membagikan kisah perjalanan hidupnya yang dibentuk melalui kegiatan kepramukaan.
Selasa, 18 Agustus 2026 siang, Aries secara khusus menemui Kontingen Jawa Timur yang menjadi peserta kegiatan Jambore Nasional ke-12 (Jamnas XII) di Buperta, Cibubur, Jakarta.
Ia terbang secara khusus dari Surabaya, meluangkan waktunya di tengah kesibukan dirinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Aries ingin memastikan kontingen Jatim dalam kondisi baik sekaligus memberi suntikan semangat di ajang Jamnas XII 2026 itu.
Kedatangan Aries disambut Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, H. M. Arum Sabil dan Wakil Sekretaris I Kwarda Kiagus Firdaus di Posko Kontingen Jatim.
Baca Juga:
Sebut KPK Cuma Sibuk OTT, MAKI Desak Kasus Korupsi CSR BI-OJK DituntaskanAries pun beristirahat sejenak sambil berbicang-bicang dengan Arum Sabil dan Kiagus Firdaus, sambil menunggu agenda pengenalan kegiatan Jamnas 2026 pada siang itu.
Sambil menunggu mereka bertiga akhirnya berbincang santai seputar kegiatan pramuka dan pendidikan di Jatim.
Sementara di meja sudah ada pecel lele sambil ijo dan kelapa muda utuh yang menemani perbicangan tersebut. Pecel lele dan kelapa muda ini jajanan para UMKM yang mengais rezeki pada gelaran Jamnas 2026.
Baca Juga:
Blusukan dari Tenda ke Tenda, Ketua Kwarda dan Kadindik Jatim Suntik Semangat Kontingen Jatim di Jamnas 2026Usai menyantap pecel lele dan kelapa muda, Aries, Arum Sabil dan Kiagus Firdaus menuju lokasi acara menggunakan mobil yang jauhnya sekitar 2 km berada di Lapangan Udara Buperta, Cibubur bagian belakang yang masuk wilayah Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Di dalam lapangan itu, seluruh peserta Kwartir Cabang (Kwarcab) dikumpulkan, antara lain kontingen dari Jatim. Dalam Jamnas 2026 ini, Kontingen Jatim yang dikirim sekitar 1.500 pramuka dari 29 kabupaten dan 9 kota atau Kwarcab di Jatim.
Didampingi Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil, Aries kemudian menyuntikkan semangat dan dukungan moral kepada kontingen Jatim yang ada di lokasi. Rupaya Aries dan Arum juga memberikan semangat kepada kontingen dari daerah lain di Indonesia.
“Ini bagian dari tugas kita bersama. Selain bagian dari Kwarda, saya juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan para peserta ini adalah adik-adik didik kita semua," kata Aries.
Selaku Kadisdik Jatim, ia ingin memastikan kegiatan nasional ini benar-benar memberikan berbagai macam edukasi, sehingga dapat menumbuhkan karakter dan kempemimpinan yang baik.
"Kita ingin memastikan kegiatan nasional ini benar-benar memberikan banyak edukasi dan menumbuhkan karakter anak," ungkap Aries.
Aries juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah menjadi peserta Jambore Nasional pada tahun 1981 dan Jambore Internasional pada tahun 1985.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu memotivasi para peserta untuk terus mengobarkan semangat kepramukaan selama kegiatan Jamnas XII berlangsung.
Aries menceritakan bahwa keputusannya aktif di Pramuka bermula dari keinginan untuk belajar mandiri dan beradaptasi dengan alam.
Latar belakang masa kecilnya yang penuh tantangan—akibat ditinggal orang tua yang meninggal dunia serta tuntutan tugas—membuatnya harus berproses secara mandiri sejak dini.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Pramuka menjadi ruang baginya untuk bertahan hidup (survive) serta tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa.
Dalam penuturannya, Aries menyoroti dua pelajaran utama yang ia dapatkan selama berorganisasi di Pramuka:
Pertama adalah kesetaraan dan persahabatan, dimana Pramuka mengajarkan nilai inklusivitas tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi. Semua anggota memiliki kedudukan yang sama untuk membangun persahabatan lintas golongan.
Kedua adalah pengembangan diri hingga tingkat Internasional. Keaktifannya mengikuti berbagai jenjang forum Pramuka dari tingkat daerah di Sulawesi Selatan berhasil membawanya mewakili Indonesia di ajang Jambore Internasional.
Aries menegaskan bahwa seluruh pelajaran hidup di Pramuka menjadi fondasi serta bekal berharga dalam menjalankan kepemimpinannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri IPDN ini menilai Pramuka merupakan cerminan kehidupan nyata yang mengasah kemampuan adaptasi seseorang di segala kondisi.
Mengakhiri penyampaiannya, Aries berpesan kepada seluruh adik-adik Pramuka agar tekun dan sabar dalam menimba ilmu di kepramukaan, karena Pramuka adalah wadah penempaan kemimpinan.
Ia berharap generasi muda tidak menganggap Pramuka sebagai kegiatan sampingan atau selingan, melainkan sarana pembentukan karakter dan ruang publik yang efektif untuk mencetak manusia yang siap beradaptasi di masa depan.
“Pramuka adalah wadah nyata yang memproses seseorang menjadi pribadi mandiri, tangguh, dan siap beradaptasi dengan dunia kerja maupun ruang publik,” katanya.
Aries menegaskan, Pramuka sangat relevan dalam membentuk kariernya hingga dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Jatim. Sebelumnya ia menduduki jabatan Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, hingga ditunjuk sebagai Penjabat Wali Kota Batu
"Pramuka itu sebagian besar adalah kehidupan yang nyata. Saya berharap adik-adik ditekuni dengan baik, sabar, dan tidak menganggapnya sekadar selingan, karena di sinilah karakter dan kemampuan beradaptasi kita dibentuk," tegas Aries.(*)