KETIK, SURABAYA – Suasana ruangan konferensi pers Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) mendadak hening pada saat sesi tanya jawab PSBS, usai kalah 0-4 melawan Persebaya pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Penyebabnya datang dari pelatih karetaker PSBS, Kahudi Wahyu Widodo yang meluapkan emosinya. Hal ini dikarenakan perjuangan pemain di lapangan sudah maksimal, namun tidak ada dukungan dari manajemen.
"Saya sekalian ngomong ke manajemen saya. Perjuangan anak-anak sudah seperti itu, masa kalian menutup mata!" katanya diakhiri dengan menaruh mikrofon dengan keras di meja.
Usai meluapkan emosi dengan nada bergetar, menahan tangis. Kahudi menjelaskan bagaimana permainan timnya saat melawan Persebaya sore tadi.
Secara keseluruhan dengan kondisi saat ini, menurutnya semua pemain sudah maksimal. Mereka mampu merepotkan Persebaya, terutama di babak pertama.
Baca Juga:
Persebaya Gilas PSBS 4-0, Bernardo Tavares Sebut Timnya Layak Raih 3 Poin"Di babak pertama cara kami bermain dengan mem-backup salah satu dari wing-back. Kami harus melakukan pressing dengan kecepatan pemain lawan atau full back lawan yang naik ke depan," jelasnya.
Namun sayangnya faktor fisik dan mental yang mulai turun membuat upaya PSBS mendulang poin di Stadion GBT kandas. Mereka juga menjadi tim pertama yang terdegradasi ke Liga 2 atau Championship pada musim depan. (*)