Perjuangan Isrumila, 27 Tahun Mengabdi untuk Anak Disabilitas

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

27 Jul 2023 10:33

Headline

Thumbnail Perjuangan Isrumila, 27 Tahun Mengabdi untuk Anak Disabilitas
Kepala SLB YPAC Surabaya Isrumila saat senam bersama para murid.(Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Inilah sosok Isrumila, seorang guru yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC Surabaya. Setiap pukul 08:00 WIB, dirinya tiba di sekolah untuk menyiapkan segala keperluan dan kebutuhan para siswa yang bersekolah disini.

Setelah para murid berdatangan, tak lupa dirinya menyambut dan menyapa mereka dengan senyuman tulus. Para murid di sekolah ini merupakan anak disabilitas yang kebanyak mengalami gangguan gerak pada tubuh bagian bawah dan atas atau yang biasa dikenal dengan tuna daksa.

Isrumila sendiri sudah mengajar selama 27 tahun, sejak 1996. Mendidik anak disabilitas merupakan panggilan jiwa. Karena baginya, mereka merupakan anak-anak luar biasa yang membutuhkan bimbingan, bukan belas kasihan.

"Saya suka berinteraksi dengan anak-anak disabilitas. Ada kepuasan tersendiri bagi saya saat melihat mereka bisa menjadi orang yang mandiri. Dan tentunya kalo bukan saya yang peduli, lalu siapa lagi," ungkap Isrumila.

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Di bawah kepemimpinan wanita yang pernah mengenyam kuliah pendidikan luar biasa di Universitas PGRI Adi Buana dan Magister Manajemen Unitomo ini, SLB YPAC Surabaya terpilih sebagai sekolah penggerak 2012 oleh Pemkot Surabaya. Sehingga sekolah ini sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar yang cocok untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam mendidik anak-anak disabilitas, Isrumila mengakui, tantangan terbesarnya adalah kemampuan dari para siswa itu sendiri. Setiap guru dituntut untuk sabar dalam mendidik dan melatih mereka sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.

Foto Isrumila saat meninjau proses belajar mengajar di kelas. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)Isrumila saat meninjau proses belajar mengajar di kelas. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

"Para guru disini harus bisa memanfaatkan sisa-sisa kecerdasan atau kemampuan anak anak agar mereka dapat mandiri dikemudian hari," tambahnya.

Baca Juga:
Bupati Tegal Jadi Wisudawan Magister Manajemen UPS

Baginya, yang paling penting adalah bagaimana anak-anak ini nantinya bisa mengurus dirinya sendiri. Itulah yang menjadi tujuan sekolah luar biasa ini.

Berbeda dengan sekolah umum yang menuntut kecerdasan intelektual, tujuan SLB adalah melatih anak anak disabilitas sesuai kompetensi mereka untuk menjadi anak yang mandiri.

"Apa yang saya ingin kan tidak muluk-muluk. Saya ingin melihat mereka mandiri tanpa tergantung dengan orang lain. Mereka butuh dibimbing bukan dikasihani," ucapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk melatih anak-anak mandiri adalah program mingguan pekan niaga. Di pekan niaga ini para siswa harus membawa barang dagangan mereka untuk dijual di sekolah. Barang dagangan itu bisa berupa makanan, minuman atau kerajinan.

Selain itu untuk memaksimalkan kondisi fisik para murid, sekolah memiliki fasilitas terapi, salah satunya fisioterapi. Terapi ini berguna untuk memaksimakan kondisi fisik para siswa seperti memaksimalkan kemampuan motorik.

"Suatu kebanggaan bagi saya dan para guru disini jika mengantarkan para siswa pada kemandirian dan diterima oleh lingkungan sosialnya. Senyum tawa mereka merupakan suntikan kebahagiaan bagi kami," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Wapres Titipkan Nasib Bangsa ke Depan kepada Pamong Praja IPDN

Baca Selanjutnya

OMG Beauty Luncurkan 3 Warna Lipcream Nude Idaman Wanita Indonesia

Tags:

Isrumila SLB YPAC Surabaya Pendidikan Tuna Daksa disabilitas mandiri Anak berkebutuhan khusus ABK Sekolah luar biasa

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar