Perjuangan Bonny Dewayanti, Ibu ABK yang Sukses Antar Anak Raih Beasiswa dan Rintis Usaha

Jurnalis: Siti Fatimah
Editor: Mustopa

22 Des 2024 12:42

Headline

Thumbnail Perjuangan Bonny Dewayanti, Ibu ABK yang  Sukses Antar Anak Raih Beasiswa dan Rintis Usaha
Bonny Dewayanti bersama M. Aden Hadi menunjukkan produk Aden Snack & Drink pada Ketik.co.id (Foto: Fatimah/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Peringatan Hari Ibu menjadi momen untuk mengingat betapa besar peran seorang ibu dalam hidup manusia. Setiap ibu adalah sosok pahlawan luar biasa yang memiliki kekuatan dan keberanian untuk membangun dunia beserta generasi penerusnya lebih baik.

Tak terkecuali para ibu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang memiliki perjuangan luar biasa, ketegaran tak ada habisnya, dan tekadnya begitu kuat demi masa depan anak-anaknya.

Dia adalah Bonny Dewayanti. Perempuan luar biasa yang memiliki ABK dengan diagnosa Autism Spektrum Disorder.

Perjalanannya menjadi inspirasi bagi siapapun karena berhasil mengantarkan anak-anaknya menjadi sosok berprestasi di tengah kekurangan. Bagaimana kisahnya?

Baca Juga:
BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen April 2026, Cek Ini Posisi dan Jadwal Pendaftarannya!

Diagnosa Autism

Bonny Dewayanti baru mengetahui anak pertamanya, Muhammad Aden Hadi mengalami Austism Spektrum Disorder saat usianya menginjak 2 tahun.

Pada awalnya, perempuan asli Surabaya ini sempat merasa ada yang berbeda dengan Aden, saapan akrab anak pertamanya yang belum bisa berbicara dan hiperaktif di usia 1 tahun.

Aden kecil juga seringkali tidak menghiraukan arahan dan sapaan dari siapapun. Dia seakan memiliki dunia sendiri dan suka menyendiri.

Baca Juga:
Pengurus Gerkatin 2023–2028 Kota Kediri Dilantik, Mbak Wali: Perkuat Komitmen Kota Inklusif

"Hyperaktifnya masyaallah, lari-lari, saya sampai lari-lari. Dia kalau saya ajak itu ke tempat umum saya pegang terus, kalau enggak dia hilang. Saya enggak tahu waktu itu dia sakit apa, dia kenapa," ceritanya, Selasa, 10 Desember 2024.

Bonny mulai bertanya-tanya ada apa dengan anak pertamanya. Hingga suatu ketika, saat dirinya masih menjadi guru di salah satu sekolah internasional di Denpasar, Bonny mendapatkan pertanyaan tentang autism dari wali murid.

"Ada ibu-ibu itu tanya ke saya, autis itu apa. Saya jawab apa ya ibu ya, waktu itu saya belum paham. Autis itu pokoknya suka menyendiri, hidup dalam dunia sendiri. Saya tahunya cuma itu saja," sambungnya menirukan percakapannya dengan ibu tersebut.

Tak puas dengan jawabannya tersebut, Bonny dan suami mulai mempelajari lebih dalam apa itu autism. Baik melalui buku, majalah, grup email Milis, dan sebagainya.

“Zaman dulu kan masih belum gencar internet, ya ada, tapi cuma adanya grup milis di email. Ada juga buku Intisari, kami langganan waktu itu, kami baca (tentang autis) kok sama kayak anak saya,” katanya heran.

Kepada Ketik.co.id, dia menyebut ciri-ciri autis persis dengan informasi yang saat itu dia dapatkan.

“Persis kayak begitu, telat ngomong, kalau dipanggil enggak noleh, muter-muter. Terus saya bilang ke papanya, akhirnya memutuskan pulang ke Jawa untuk periksa. Kan Bali waktu itu sarana kesehatan masih kurang,” terang Bonny.

Singkat cerita, setelah melalui beberapa kali pemeriksaan, Aden didiagnosa Autism Spektrum Disorder ringan oleh psikiater.

“Awalnya didiagnosa sama dokter tumbuh kembang itu tuli, tapi anak ini sebenarnya dengar. Cuma waktu dipanggil itu enggak mau datang. Akhirnya diperiksakan lagi, tegak diagnosa oleh psikiater kalau Aden autis,” jelas perempuan 5 anak ini

Foto Aden memberikan produk buatannya kepada mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (Foto: @adenhadi)Aden memberikan produk buatannya kepada mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (Foto: @adenhadi)

Berlian yang Terpendam

Sembari terus mempelajari tentang autism, Bonny memutuskan mengambil terapi perilaku untuk Aden.

Terapi ini mengajarkan anak autism bagaimana cara berperilaku, seperti cara duduk dengan tenang, latihan fokus, membedakan warna, dan sebagainya.

“Terapi Lovaas yang efektif dilakukan dengan durasi 48 jam seminggu. Jadi, Aden lihat! Aden pegang warna merah! Kalau nggak pegang merah dia mau pegang biru, itu “Tidak! Pegang Merah!,” ujar ibu sekaligus penulis buku Bukan Cerita Biasa ini menirukan cara terapi Aden.

Saat ditemui di rumahnya, Bonny mengaku memiliki anak autis sangat membutuhkan biaya, usaha, dan kesabaran besar. Bonny sempat resign dari pekerjaannya dan menjadi volunteer terapi anak autism, demi Aden.

“Saya resign waktu itu, berat sekali aslinya karena kan biaya yang dibutuhkan besar. Tapi saya percaya sama Allah soal rezeki, saya belajar nerapi Aden. Saya izin ke tempat terapi jadi volunter tanpa bayaran,” ungkapnya

Kegigihan Bonny untuk terus belajar tentang austism sangat besar. Dari situ dia mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tentang austism secara gratis.

“Itulah modal utama saya jadi terapis Aden. Padahal pelatihan itu kalau bayar mahal sekali,” sambungnya.

Perjuangan Bonny lambat laun membuahkan hasil manis. Perkembangan Aden terbilang cukup pesat hingga tumbuh menjadi sosok mandiri, gigih, dan cerdas.

“Dia akhirnya memahami, dan bisa baca 1 kata itu usia 4 tahun kurang. Saya merasa anak ini sebenarnya pintar, matematika hitung-hitungan cepat, memorinya kuat,” tegasnya.

Di hadapan Ketik.co.id, Bonny sempat membuktikan kecerdasan Aden. Praktisi ABK ini menanyakan tentang spesifikasi terbaru mobil Toyota lengkap dengan fiturnya. Aden berhasil menjawab dengan cepat.

“Rangga sama GR 86 dan Supra. Speknya bagus, mewah dua pintu dua-duanya. Fiturnya kan kayak Lamborgini sama Porsche,” jawab Aden tanpa ada jeda.

Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Laksmi Widjajanti, S.Psi, Aden memang memiliki IQ di atas rata-rata, yakni 112.

Laksmi menjelaskan bahwa kekhasan anak autis sebenarnya ada pada gangguan komunikasi dan sosialisasi. Dalam arti, anak autis cenderung fokus pada dirinya sendiri

“IQ Aden kalau tidak salah 112. Dia bagus dan bapak ibunya saya tahu bagaimana mengawal Aden sampai seperti ini, sangat optimal. Jadi semua hal yang Aden suka itu dioptimalkan di situ sehingga satu per satu kelihatan kemampuannya Aden,” jelasnya saat ditemui Ketik.co.id di kesempatan berbeda.

Raih Beasiswa dan Jadi Pengusaha

Progres perkembangannya cukup pesat. Setelah mendapatkan didikan optimal dari kedua orang tuanya, Aden lambat laun bisa belajar mandiri, bahkan berhasil mendapatkan full beasiswa di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Pemuda 25 tahun ini telah menyelesaikan studinya di Fakultas Teknik Unesa Jurusan S1 Pendidikan Tata Boga.

Saat ini sepeninggal ayahnya, Aden semakin gencar menyalurkan bakat minatnya di bidang tata boga dengan menjadi pengusaha makanan dan minuman “Aden Snack & Drink”.

Dia memiliki banyak produk buatannya sendiri, mulai dari beef kebab hitam, beef kebab putih, jamu sinom, susu kurma, siomay, dan lain-lain.

Bahkan produk Aden Snack pernah beberapa kali menyabet prestasi membanggakan. Seperti Juara 2 Kategori KIBM Award Tingkat Nasional Divisi Disabilitas dari Pusat Prestasi Nasional (2020) dan Juara 3 Unesa Business Competition 2021 Kategori Scale-Up Business.

Bonny juga mengatakan, anak pertamanya ini mahir bermain musik, salah satunya piano. Hebatnya,  Aden sering menjadi host atau moderator di webinar ABK berkolaborasi beberapa pakar.

Pada Ketik.co.id, dia mengungkapkan ilmu merawat ABK seperti Aden sangat bermanfaat untuk mengasuh adik-adiknya yang lain. Pasalnya, kunci utama mendidik ABK adalah fokus kelebihan, bukan kekurangan.

Kini, Bonny bisa mengantarkan adik-adik Aden meraih berbagai prestasi dan beasiswa. Dia mengatakan bahwa anak-anak adalah hadiah dan amanah terindah dari Allah yang harus dijaga.

"Jadi kalau punya ABK itu ibadahnya ditingkatkan, sering-sering komunikasi dengan yang menciptakan, harus ada koneksi dengan yang punya,” pesannya.(*)

Baca Sebelumnya

Pengurus TMI Cabang Tuban Dilantik, Diharapkan Bisa Bantu Capai Swasembada Pangan

Baca Selanjutnya

Ini Jadwal Contraflow Beberapa Ruas Tol selama Nataru 2024/2025

Tags:

Bonny Dewayanti Muhammad Aden Hadi Austism Spektrum Disorder disabilitas

Berita lainnya oleh Siti Fatimah

Penuh Haru dan Khidmat, Khataman dan Imtihan Program Tahsin Metode Darussalam di Sidoarjo

6 Mei 2025 18:15

Penuh Haru dan Khidmat, Khataman dan Imtihan Program Tahsin Metode Darussalam di Sidoarjo

Segarnya Es Dung-Dung Serai, Produk Unggulan SMAN 4 Bangkalan di Expo Pendidikan Sentra IKM

4 Mei 2025 19:57

Segarnya Es Dung-Dung Serai, Produk Unggulan SMAN 4 Bangkalan di Expo Pendidikan Sentra IKM

Hadir Lagi! Kontes Swara Bintang Siap Cari Suara Dangdut untuk Bintang Muda Indonesia

27 Maret 2025 19:57

Hadir Lagi! Kontes Swara Bintang Siap Cari Suara Dangdut untuk Bintang Muda Indonesia

SMAN 1 Panarukan Gelar Festival Ramadhan, Pamerkan Produk Unggulan Buatan Siswa

27 Maret 2025 19:44

SMAN 1 Panarukan Gelar Festival Ramadhan, Pamerkan Produk Unggulan Buatan Siswa

Semakin Sengit, TOP 6 Indonesian Idol XIII Kolaborasi dengan Andi Rianto

24 Maret 2025 13:36

Semakin Sengit, TOP 6 Indonesian Idol XIII Kolaborasi dengan Andi Rianto

Suparman Reborn 4: Bomber Kehilangan Motor, Akankah Suparman Bisa Menangkap Malingnya?

24 Maret 2025 12:11

Suparman Reborn 4: Bomber Kehilangan Motor, Akankah Suparman Bisa Menangkap Malingnya?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar