KETIK, ACEH SINGKIL – Peringati Maulid Nabi 1448 H di masjid Agung Nurul Makmur Desa Pulo Sarok, Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon menyerahkan santunan secara simbolis kepada 54 anak yatim, Senin malam, 26 Oktober 2026.

Selain santunan anak yatim, Oyon juga menyerahkan bonus kepada para peraih juara MTQ tingkat provinsi ke-37 di Pidie Jaya, dan bantuan Alquran kepada santri dari berbagai pondok pesantren.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Hadir di acara ini, Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, bersama Kapolres Aceh Singkil, Dandim 0109 Aceh Singkil, Kajari Singkil, Ketua Pengadilan Negeri Singkil, Ketua Mahkamah Syar’iyah, Ketua MPU, Kepala Kemenag, dan para santri sejumlah dayah, serta masyarakat.

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:
Ny Habibatusania Safriadi Oyon Resmi Dilantik Sebagai Bunda Guru Aceh Singkil

"Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani kejujuran, amanah, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

"Mari kita jadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, menjaga persaudaraan, dan mewujudkan Aceh Singkil yang religius serta bermartabat,” tambahnya.

Tausiyah agama disampaikan Dr, H, Misran Fuadi, S.Ag, kepala Dinas Syariat Islam Aceh. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam membentuk akhlak dan kepribadian umat Islam.

Baca Juga:
Budayantara Fest 2026: Budaya Betawi dan Nusantara Jadi Jembatan Solidaritas Indonesia–Palestina

Ia mengingatkan bahwa keteladanan Rasulullah tercermin dalam kejujuran dan amanah, sebagaimana sifat yang membangun kepercayaan dalam kehidupan.

Rasulullah juga mengajarkan kasih sayang, kesabaran, dan sikap saling menghormati sebagai fondasi persaudaraan. Selain itu, kecintaan kepada Nabi harus dibuktikan melalui tutur kata yang santun, serta kepedulian terhadap sesama, ungkapnya. (*)