KETIK, SITUBONDO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw sebagai ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi internal partai, Selasa 8 September 2026.

Sebagai partai berbasis Islam, kegiatan keagamaan seperti ini telah menjadi agenda rutin tahunan bagi DPC PPP. Namun, peringatan Maulid Nabi kali ini terasa istimewa karena dirangkai dengan sejumlah agenda strategis penguatan struktur organisasi.

“Seiring dengan telah diterimanya Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC PPP, momentum ini dimanfaatkan untuk menggelar acara ta'aruf atau perkenalan pengurus," ujar Ketua DPC PPP, Hj. Zeiniye.

"DPC PPP mengundang seluruh jajaran majelis, mulai dari Majelis Pakar, Majelis Pertimbangan, hingga Majelis Syariah, untuk diperkenalkan secara resmi kepada jajaran pengurus harian DPC serta pimpinan Pengurus Anak Cabang (PAC),” sambungnya.

Selain perkenalan pengurus, kata Mbuk Zeni, panggilan akrab Zeiniye mengatakan, pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi bersama para ketua dan sekretaris PAC. Pasalnya, DPC PPP telah berhasil merampungkan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di 17 kecamatan pada rentang bulan Juli hingga Agustus lalu.

Baca Juga:
Sambut Bulan Kelahiran Rasulullah, Santri Pesantren Tahfidz Bani Yusuf Baca Maulid Diba’i Setiap Malam

“Dalam kesempatan ini, para pengurus PAC menyampaikan pakta integritas sebagai salah satu syarat administratif pengajuan SK kepengurusan,” jelasnya.

Langkah konsolidasi ini, imbuh Mbuk Zeni, tidak berhenti di tingkat kecamatan. Akan tetapi, DPC PPP Situbondo dijadwalkan akan melanjutkan verifikasi dan validasi kepengurusan ranting melalui penyelenggaraan Musyawarah Ranting (Musranting) yang tersebar di 136 desa.

“Seluruh rangkaian kegiatan konsolidasi ini dilakukan untuk memanaskan kembali mesin politik partai. Melalui penguatan struktur dari tingkat kabupaten hingga desa, DPC PPP optimistis dan membidik target besar untuk keluar sebagai pemenang pada Pemilu 2029 mendatang,” tegas Mbuk Zeni.

Selanjutnya, Majelis Masyayikh, kata Mbuk Zeni, jadi pondasi moral dan penguat spirit perjuangan Kader PPP baik di Eksekutif maupun Legislatif. Kehadiran Majelis Masyayikh memiliki peran strategis dalam mengawal kiprah para pejabat publik yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Baca Juga:
Peringatan Maulid Nabi, Warga IKK Kota Sorong Gelar Berbagai Tradisi

“Keberadaan majelis ini tidak sekadar melengkapi struktur, melainkan menjadi bentuk support moral sekaligus pondasi utama untuk memperkuat spirit dan khittah perjuangan para kader PPP yang duduk di kursi legislatif maupun eksekutif. Langkah ini diambil guna mengejar nilai kemanfaatan nyata dari para pejabat publik yang dipercaya mengemban amanah rakyat,” tutur anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Kehadiran Majelis Masyayikh diharapkan dapat memberikan dorongan moral yang kuat agar para kader PPP, termasuk sembilan anggota legislatif di DPRD Situbondo, tetap konsisten dan istiqomah dalam menjalankan kontrol terhadap pemerintahan.

“Melalui pengawalan moral tersebut, para pejabat publik dari PPP diharapkan dapat terus merealisasikan program-program pemerintahan yang selaras dengan visi dan misi PPP sebagai partai Islam,” pungkasnya.(*)