KETIK, SITUBONDO – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo menggelar dialog terbuka antara bupati, para pengusaha, Forkopimda dan perwakilan buruh, Kamis 1 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rakyat Situbondo tersebut menjadi ruang komunikasi strategis guna mempererat hubungan industrial sekaligus menyerap aspirasi pekerja secara langsung.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan buruh dalam menciptakan iklim kerja yang harmonis dan produktif.

“Momentum Hari Buruh ini harus kita jadikan sebagai ajang memperkuat kolaborasi. Pemerintah hadir sebagai penengah untuk memastikan kesejahteraan buruh tetap terjaga tanpa mengabaikan keberlangsungan para pemgusaha,” ujar Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.

Tak hanya itu yang disampaikan Mas Rio, tapi dia mengatakan pada tahun lalu Pemkab Situbondo mengusul upah pekerja di Situbondo ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp.2.450.000, tetapi disetujui oleh Pemprov Jatim Rp.2.300.000.

Baca Juga:
Terima Buruh Saat May Day, Dasco Janji Tuntaskan UU Ketenagakerjaan 2026

"Artinya, pemkab Situbondo sebagai fasilitator sudah melaksanakan fungsinya menyampaikan keluhan para buruh ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Mas Rio.

Tahun ini, sambung Mas Rio, silahkan para buruh bersama badan penupahan rembuk kembali untuk mengajukan tambahan gaji, Pemkab Situbondo siap memfasilitasi kembali ke Pemprov Jatim.

“Silahkan gabungan tujuh aliansi serikat pekerja dan buruh yang terdiri dari Sarbumusi, SBSI, KBKI, SBI, serta SPBUN yang berasal dari tiga pabrik gula, yakni PG Asembagus, PG Wringinanom, dan PG Panji berembuk untuk mengusulkan kembali kenaikan gaji untuk tahun 2027 mendatang,” kata Mas Rio.

Dialog tersebut berlangsung khidmat, tanya jawab antara bupati dengan gabungan tujuh aliansi serikat pekerja dan buruh Situbondo itu terlaksana dengan baik dan penuh nilai-nilai persahabatan.

Baca Juga:
May Day 2026: Jalan Tengah Bupati Harda Kiswaya Menjaga Harmoni Industri di Sleman

“Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan melalui kebijakan yang berpihak pada keseimbangan kepentingan semua pihak,” pungkas Mas Rio.

Dalam dialog tersebut, sejumlah perwakilan buruh menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, hingga kepastian jaminan sosial.

Di sisi lain, para pengusaha juga menyampaikan tantangan yang dihadapi dunia usaha, terutama dalam menjaga stabilitas produksi di tengah dinamika ekonomi.

Sementara itu, Sekretaris DPC Sarbumusi Situbondo, Rasyuhdi, mengatakan bahwa pendekatan dialog sebagai langkah strategis agar suara buruh dapat didengar langsung oleh pengambil keputusan.

“Forum Dialog ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret, terutama terkait kesejahteraan, perlindungan kerja, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia para buruh. Dengan duduk bersama seperti ini, kami berharap ada titik temu yang saling menguntungkan,” tutur Rasyuhdi.

Dilain pihak, Lukman Hakim, Ketua Serikat Situbondo mengatakan, perusahaan di Situbondo membayar karyawannya rata-rata di bawah UMK. Sedangkan, untuk lowongan pekerjaan di Kabupaten Situbondo masih kurang.

“Dalam dialog tadi kita juga bahas tentang UMK, BPJS Kesehatan dan BPSJ Ketenagakerjaan. Selain itu, kita juga akan rembuk kenaikan upah buruh pada tahun 2027,” terang Lukman Hakim.

Keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Situbondo, Suriyatno mengatakan, pada peringatan Hari Buruh Internasional ini, selain dilaksanakan dialog, juga dilaksanakan penyerahan bantuan sembako kepada buruh serta memberikan penghargaan kepada perusahaan yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap kesejahteraan tenaga kerja.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan industrial di Situbondo semakin harmonis, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan buruh dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” terang Suriyatno. (*)