Perajin Batik Asli Pekalongan Berharap Tetap Lestari di Tengah Gempuran Industri Printing

Jurnalis: Ari Siswanto
Editor: Rahmat Rifadin

13 Nov 2025 16:31

Headline

Thumbnail Perajin Batik Asli Pekalongan Berharap Tetap Lestari di Tengah Gempuran Industri Printing
Kegiatan proses pembatikan yaitu penghilangan lilin atau nglorot (Foto: Diskominfo Kota Pekalongan)

KETIK, PEKALONGAN – Di tengah kemajuan teknologi industri tekstil, keaslian batik sebagai warisan budaya Indonesia menghadapi tantangan baru. Munculnya produk kain bermotif batik hasil printing sering kali membuat masyarakat kesulitan membedakan antara batik asli dan hasil cetak modern.

Hal tersebut disampaikan oleh Fauzi Hidayat, pemilik Oszha Batik, saat ditemui pada kunjungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan belum lama ini. Ia mengungkapkan bahwa pentingnya edukasi publik terkait perbedaan batik tulis, batik cap, dan kain printing.

“Kalau dilihat secara detail, sebenarnya masih ada perbedaan antara batik tulis, cap, dan printing. Salah satu yang bisa dilihat adalah dari sisi belakang kain,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pada kain printing, bagian belakang biasanya tidak terlihat motifnya. Namun, sekarang perbedaan itu mulai samar karena teknologi printing semakin canggih.

Baca Juga:
Pemkot Pekalongan Resmikan Sentra Batik Ramah Lingkungan Rumah Livelihood

Menurutnya, perbedaan paling mencolok terlihat pada ketidakteraturan motif dalam batik tulis dan cap yang justru menjadi nilai keindahan tersendiri.

“Dalam satu kain batik tulis dan batik cap, bisa jadi sisi kanan dan kiri berbeda sedikit karena prosesnya dilakukan manual. Kalau printing, semua sisi akan seragam karena hasil mesin. Kalau ada geser warna, maka semua bagian ikut bergeser,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fauzi menambahkan bahwa fenomena ini bukan semata masalah industri, melainkan juga tantangan edukasi bagi masyarakat.

“Kita perlu memberikan pemahaman yang benar agar masyarakat tahu dan bisa membedakan mana batik asli hasil karya tangan, dan mana yang merupakan kain printing,” tambahnya.

Menurut Fauzi, printing dan batik tradisional seharusnya bisa berjalan berdampingan selama masyarakat memiliki pemahaman yang jelas tentang perbedaannya, sebab printing juga harus punya ruang tersendiri.

"Printing tetap harus punya tempat, tetapi tempatnya terpisah. Hal itu penting untuk menjaga keaslian dan nilai batik tradisional, sekaligus memberi ruang bagi printing untuk berkembang di jalurnya sendiri,” katanya.

Sebagai pelaku usaha batik, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian batik dengan mengedepankan aspek edukasi dan budaya.

“Batik bukan hanya kain bermotif indah, tetapi juga warisan budaya yang sarat makna dan filosofi. Kalau masyarakat memahami nilai dan prosesnya, maka penghargaan terhadap batik asli akan tumbuh dengan sendirinya,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

2 Pemain Persebaya Absen Saat Lawan Arema FC, Eduardo Perez Tetap Optimis Raih Kemenangan

Baca Selanjutnya

Pertemuan Empat Mata Presiden Prabowo dan PM Anthony Albanese Perkuat Kemitraan Indonesia–Australia

Tags:

Batik asli harus tetap lestari batik pekalongan

Berita lainnya oleh Ari Siswanto

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

5 Januari 2026 18:11

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

31 Desember 2025 18:00

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

30 Desember 2025 21:03

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

30 Desember 2025 19:52

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

29 Desember 2025 11:55

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

24 Desember 2025 11:15

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar