Penyakit Mulut dan Kuku, Ancaman Serius Bagi Peternak

Jurnalis: Gumilang
Editor: Aziz Mahrizal

4 Jan 2025 20:02

Thumbnail Penyakit Mulut dan Kuku, Ancaman Serius Bagi Peternak
Ilustrasi pemeriksaan sapi dari penyakit mulut dan kuku (PMK). (Foto: Freepik.com)

KETIK, MALANG – Kembali merebak penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur menjadi ancaman serius bagi peternak. Dinas Peternakan Provinsi Jatim mengidentifikasi sebanyak 30 kabupaten dan kota di wilayahnya mengalami kasus PMK.

Berdasarkan data yang diperoleh mulai November hingga Desember 2024, tercatat sebanyak 6.072 kasus PMK, dan 282 ekor di antaranya terlaporkan mati. Berikut ini ulasan rinci mengenai PMK dihimpun redaksi Ketik.co.id dari berbagai sumber.

PMK adalah penyakit menular akut yang sangat cepat menyebar dan menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Aphthovirus.

Gejala Penyakit Mulut dan Kuku

Gejala PMK umumnya muncul dalam waktu 2-14 hari setelah hewan terpapar virus. Beberapa gejala yang paling umum adalah:

Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia
  • Luka di mulut: Terjadi lepuh pada bagian mulut, lidah, bibir, dan dalam rongga mulut. Lepuh ini kemudian pecah dan membentuk luka yang sangat nyeri.

Luka pada kaki: Terjadi lepuh pada kuku, bantalan kaki, dan bagian atas kuku. Sama seperti pada mulut, lepuh ini akan pecah dan membentuk luka.

  • Demam: Suhu tubuh hewan meningkat.
  • Penurunan nafsu makan: Hewan menjadi lesu dan tidak mau makan.
  • Penurunan produksi susu: Pada hewan ternak seperti sapi, produksi susu akan menurun drastis.

Penyebab Penularan

Penyakit ini sangat mudah menular melalui:

  • Kontak langsung: Hewan yang sakit dapat menularkan virus ke hewan sehat melalui kontak langsung, seperti saat makan atau minum bersama.
  • Kontak tidak langsung: Virus dapat menempel pada peralatan peternakan, pakaian, kendaraan, atau bahkan manusia yang pernah kontak dengan hewan sakit.
  • Udara: Virus dapat menyebar melalui udara dalam jarak yang terbatas.

Dampak Penyakit Mulut dan Kuku

PMK dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi peternak, antara lain:

  • Kematian: Meskipun jarang menyebabkan kematian langsung, PMK dapat menyebabkan kematian tidak langsung akibat komplikasi atau malnutrisi.
  • Penurunan produksi: Produksi susu, daging, dan telur akan menurun drastis.
  • Pembatasan pergerakan hewan: Untuk mencegah penyebaran penyakit, pemerintah seringkali memberlakukan pembatasan pergerakan hewan, sehingga mengganggu distribusi produk peternakan.
  • Kerugian ekonomi: Semua kerugian di atas akan berdampak pada perekonomian peternak dan masyarakat secara keseluruhan.

Pencegahan dan Pengendalian

Untuk mencegah dan mengendalikan PMK, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah
  • Vaksinasi: Vaksinasi adalah cara yang paling efektif untuk mencegah PMK.
  • Karantina: Hewan yang sakit harus diisolasi untuk mencegah penularan ke hewan lainnya.
  • Biosecurity: Penerapan prosedur biosecurity yang ketat di peternakan sangat penting untuk mencegah masuknya virus.
  • Pelaporan segera: Jika ditemukan hewan yang menunjukkan gejala PMK, segera laporkan kepada petugas peternakan.

Baca Sebelumnya

Niat Mulia Saja Tidak Cukup, Wakapolres Batu: Adopsi Anak Harus Sesuai Aturan Hukum

Baca Selanjutnya

Wabup Pasaman Barat Pimpin Ziarah Peringatan HUT Pasaman Barat

Tags:

Penyakit Mulut dan Kuku PMK sapi Jawa timur jatim

Berita lainnya oleh Gumilang

Ketat! Suporter Persis Dicegah Masuk hingga Perbatasan, Laga Arema vs Persebaya Disarankan Tak di Kanjuruhan  ‎

16 April 2026 11:30

Ketat! Suporter Persis Dicegah Masuk hingga Perbatasan, Laga Arema vs Persebaya Disarankan Tak di Kanjuruhan  ‎

Bupati Malang Lantik Putranya Jadi Kepala Dinas, Fraksi PDIP: Jangan Hukum Orang karena Akte Kelahiran

16 April 2026 10:00

Bupati Malang Lantik Putranya Jadi Kepala Dinas, Fraksi PDIP: Jangan Hukum Orang karena Akte Kelahiran

Lewat Aksi Damai, DPD NasDem Kabupaten Malang Dorong Penyampaian Informasi Berimbang dan Beretika

15 April 2026 16:30

Lewat Aksi Damai, DPD NasDem Kabupaten Malang Dorong Penyampaian Informasi Berimbang dan Beretika

Malang Ikut Disorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Bupati Sanusi Buka Suara: Insya Allah Aman!

15 April 2026 06:26

Malang Ikut Disorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Bupati Sanusi Buka Suara: Insya Allah Aman!

Salurkan Alsintan Roda 4 di Kabupaten Malang, Chusni Mubarok: Bentuk Keseriusan Presiden Peduli Petani ‎

15 April 2026 05:00

Salurkan Alsintan Roda 4 di Kabupaten Malang, Chusni Mubarok: Bentuk Keseriusan Presiden Peduli Petani ‎

Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?

14 April 2026 22:43

Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H