Pengurus DPD Tani Merdeka Pesisir Barat Resmi Dilantik, Permasalahan Pupuk Jadi Sorotan

Jurnalis: Andriego Pandega
Editor: Mustopa

3 Feb 2025 18:10

Thumbnail Pengurus DPD Tani Merdeka Pesisir Barat Resmi Dilantik, Permasalahan Pupuk Jadi Sorotan
Pelantikan DPD Tani Merdeka Pesisir Barat Lampung (Foto: Andriego/Ketik.co.id)

KETIK, PESISIR BARAT – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Lampung melantik pengurus DPD Tani Merdeka Pesisir Barat di Gedung KONI Pesisir Barat (Pesibar), Senin, 3 Februari 2025.

Acara dimulai pukul 9.35 WIB dengan penyambutan kedatangan Ketua DPW Tani Merdeka Lampung, Jamal Wijaya beserta rombongan oleh jajaran pengurus DPD.

Acara pelantikan ini mengusung tema "Mewujudkan Petani yang Madani, Mandiri dan Sejahtera".

Dalam sambutan singkatnya, Ketua DPD Tani Merdeka Pesisir Barat, Darwin Suhendar mengatakan, para petani di Pesisir Barat saat ini kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. 

Baca Juga:
Mahasiswa Geruduk Disperta KP Sampang Tuntut Tertibkan Kios Nakal, Berani Bertindak Tegas?

Dia menyebut, pupuk merupakan kebutuhan pokok bagi petani, namun petani sulit mendapatkannya, harganya pun sangat mahal.

"Idealnya untuk lahan sawah 1 hektare, petani seharusnya mendapatkan pupuk 4 kuintal atau (8 sak). Namun, petani hanya mendapat 1,5 hingga 2 kuintal. Untuk memenuhi kebutuhan pupuknya, petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga tinggi," ujar Darwin.

Di samping kekurangan pupuk, petani juga terkendala dengan kebutuhan air. Karena, sebagian lahan sawah di Pesisir Barat merupakan lahan tadah hujan, jadi saat kemarau petani tidak bercocok tanam.

Darwin berharap pemerintah memperhatikan permasalahan ini dan melalui Tani Merdeka, petani dapat menyampaikan keluh kesahnya. Sehingga, tujuan Tani Merdeka untuk mensejahterakan petani akan segera terwujud.

Baca Juga:
Petani di Jawa Timur Sudah Bisa Tebus Pupuk Subsidi Mulai 1 Januari 2026

Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Lampung, Jamal Wijaya, meminta kepada jajaran pengurus DPD Pesisir Barat segera membentuk pengurus kordes hingga korcam, dan melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Dinas Pertanian Pesisir Barat yang diwakili sekretaris dinas, Yunir berpesan agar pengurus DPD yang sudah dilantik dapat berkolaborasi dengan dinas terkait. Sehingga swasembada pangan yang sudah dicanangkan oleh Presiden Prabowo akan tercapai.

Menanggapi permasalah pupuk, dalam sesi tanya jawab, Ketua Harian DPW, Musfiran mengatakan kalau permasalahan pupuk subsidi merupakan hal yang sangat krusial.

"Pada tahun 2024 lalu, pemerintah pusat sudah menambah jatah pupuk subsidi menjadi 9,7 juta ton untuk skala nasional yang sebelumnya hanya 4,5 juta ton, dengan harapan petani tidak mengeluhkan lagi terkait jatah pupuk. Namun kenyataannya, petani masih sulit mendapat pupuk subsidi," ungkapnya.

Terkait harga, dia mengatakan, seharusnya petani membeli pupuk subsidi seharga Rp112.500 per sak untuk jenis urea dan Rp115.00 untuk jenis phonska. Kenyataan di lapangan petani harus membeli Rp140.000 hingga Rp150.000 per sak untuk kedua jenis pupuk tersebut.

Melihat kondisi itu, Jamal berpesan kepada seluruh jajaran DPD agar mengawasi terkait permasalahan pupuk dan segera berkoordinasi dengan DPW apabila menemukan ada indikasi penyimpangan terkait pendistribusian pupuk subsidi ke petani.

"Agar tidak ada lagi petani yang kekurangan pupuk, sehingga petani kita menjadi sejahtera", tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Strategi Jitu BI dan Pemerintah Kendalikan Inflasi 2025 Tetap Stabil

Baca Selanjutnya

Kapolda Jatim Kagum! Warga Bangun Mako Satpolairud Polres Malang Secara Swadaya

Tags:

Tani Merdeka Pupuk bersubsidi

Berita lainnya oleh Andriego Pandega

Mudik 2026, Jumlah Penumpang yang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Capai 898.864 Orang

22 Maret 2026 20:38

Mudik 2026, Jumlah Penumpang yang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Capai 898.864 Orang

Tertidur dalam Bus, Pemudik Nyasar ke Pelabuhan Bakauheni

18 Maret 2026 20:22

Tertidur dalam Bus, Pemudik Nyasar ke Pelabuhan Bakauheni

Jelang Puncak Arus Mudik, Kendaraan Mulai Masuki Pelabuhan Bakauheni

18 Maret 2026 17:34

Jelang Puncak Arus Mudik, Kendaraan Mulai Masuki Pelabuhan Bakauheni

Alasan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Memilih Tidak Bawa Kendaraan Pribadi

18 Maret 2026 13:45

Alasan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Memilih Tidak Bawa Kendaraan Pribadi

Pangdam XXI/Raden Inten Tekankan Nilai Keimanan Prajurit dalam Safari Ramadan

18 Maret 2026 10:30

Pangdam XXI/Raden Inten Tekankan Nilai Keimanan Prajurit dalam Safari Ramadan

Kisah Pak Maksum Abdikan Diri Seumur Hidup Sebagai Porter

18 Maret 2026 08:30

Kisah Pak Maksum Abdikan Diri Seumur Hidup Sebagai Porter

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar