Penghapusan Sistem PPDB Zonasi, Pemkot Surabaya Tunggu Petunjuk Pusat

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

5 Des 2024 12:58

Thumbnail Penghapusan Sistem PPDB Zonasi, Pemkot Surabaya Tunggu Petunjuk Pusat
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Menanggapi rencana penghapusan sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi yang digagas Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih menunggu arahan pemerintah pusat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan rencana penghapusan PPDB zonasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Meskipun begitu, ia yakin rencana pemerintah pusat itu akan memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan ke depannya. 

"Untuk rencana tersebut saya masih menunggu arahan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat," kata Eri, Kamis 5 Desember 2024.

Menurut Eri, salah satu kekurangan sistem zonasi adanya fenomena pindah kartu keluarga (KK) besar-besaran, tujuan para orang tua siswa melakukan hal itu agar anaknya bisa mendaftar ke sekolah yang dekat dengan domisili sesuai KK. 

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

"Selain itu minusnya tidak ada persaingan akademis, karena agar bisa masuk sekolah yang dipilih dihitung berdasarkan wilayah atau zona," tambahnya.

Tidak sedikit pula wali murid yang mengaku mengeluh karena sistem zonasi dipandang tidak adil karena siswa yang nilainya pas-pasan bisa diterima di sekolah favorit. 

Pemkot Surabaya bersama PGRI Kota Surabaya telah menyepakati adanya pengurangan kuota PPDB zonasi, yang tadinya sebanyak 50 persen, menjadi 35 persen. 

"Nah itu plus minus yang saya sampaikan. Kemudian ada juga siswa yang sudah merasa belajar dengan baik tapi tidak bisa masuk,” paparnya.

Baca Juga:
Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak Wedi

Politisi PDIP tersebut menerangkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan kombinasi dua cara dalam menerapkan sistem PPDB zonasi di Kota Pahlawan. Kombinasi yang dimaksud adalah penerapan zonasi dengan tetap mempertimbangkan nilai akademik dari para siswa.

"Ada dua pilihan kita, atau satunya tetap zonasi, tapi (siswa) yang masuk itu tidak jejeran (berdekatan jarak) dengan rumah, tapi bagus-bagusan nilai akan tetapi tetap zonasi,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pemenang Pilkada Jangan Terjebak dalam Politik Balas Dendam

Baca Selanjutnya

Pj Wali Kota Malang Komitmen Dorong Peningkatan Fasilitas Publik yang Ramah Difabel

Tags:

PPDB Sistem Zonasi Pendidikan wali murid Pemkot Surabaya Eri Cahyadi

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar