Pengamat Minta ASN Tak Percaya Oknum yang Tawarkan Jabatan Mengatasnamakan Cakada Terpilih

Jurnalis: Haryono
Editor: Muhammad Faizin

26 Des 2024 11:00

Thumbnail Pengamat Minta ASN Tak Percaya Oknum yang Tawarkan Jabatan Mengatasnamakan Cakada Terpilih
Dr. Wildan Hefni, pengamat politik dari UIN KHAS Jember. (Dok pribadi)

KETIK, BONDOWOSO – Pelaksanaan Pilkada 2024 sudah selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing daerah sudah melakukan rekapitulasi dan diketahui siapa pemenang Pilgub (pemilihan gubernur) maupun Pilbup (pemilihan bupati). 

Walapun memang ada beberapa calon kepala daerah (Cakada) yang dinyatakan kalah dalam hitungan KPU masih melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Setelah Pilkada usai, masih muncul gejolak di masyarakat. Misalnya pendukung Cakada yang dinyatakan kalah masih belum bisa menerima kekalahan. 

Sementara dari sisi kubu yang menang, muncul oknum tim pendukung yang mulai menawarkan jabatan kepada ASN (Peraturan Sipil Negara) dengan syarat membayar tarif tertentu. Hal bukan tidak terjadi di salah satu bahkan mungkin beberapa daerah. 

Baca Juga:
Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddik (UIN KHAS) Jember, Dr. Wildani Hefni menjelaskan, jika memang terjadi isu ada oknum mulai menjajakan jabatan di sebuah daerah, maka pasangan calon kepala daerah terpilih harus segera membereskan dan memastikan bahwa tidak ada oknum yang melakukan hal-hal yang sifatnya negatif dan tercela. 

"Apakah dia mengatasnamakan kelompok pemenang atau tidak mengatasnamakan siapapun itu adalah tindakan tercela," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Desember 2024.

Menawarkan jabatan yang dilakukan oknum apalagi mengatasnamakan kontestan yang menang Pilkada merupakan tindakan manipulatif dan koruptif. 

Oleh karena itu kata dia, perilaku yang mengarah pada tindakan manipulatif tersebut harus segera dibereskan. 

Baca Juga:
Borong Pengakuan Negara! Seluruh Prodi Syariah UIN KHAS Jember Jadi Tujuan BIB-LPDP 2026

Apalagi mengaku dari kubu pemenang. Maka Cakada terpilih harus bisa membendung itu. Terlepas apakah oknum tersebut adalah mantan tim suksesnya di Pilkada kemarin. 

“Calon terpilih akan diuji integritasnya. Bisa tidak merealisasikan pemerintahan yang baik,” jelas dia. 

Alumni the Australian National University (ANU) Australia itu juga menerangkan, bahwa isu-isu seperti itu menjadi tantangan yang berat bagi pemenang untuk bisa menyelesaikannya. 

"Jika itu bisa diselesaikan maka tantangan seperti itu ke depan akan mudah dilalui, " terang dia. 

Memang salah satu tantangan dalam sistem pemilihan one man one vote adalah akan ada banyak orang mengaku memiliki ‘saham’ sehingga mereka menawarkan jabatan kepada ASN. 

“ASN juga harus menyadari, bahwa perilaku seperti itu harus dijauhi. Jika memang ada buktinya harus dilaporkan kepada pihak berwajib," saran dia. 

Tindakan oknum yang seperti itu sangat tidak dibenarkan, berbahaya hingga bisa berdampak buruk pada satu sistem pemerintahan yang akan berjalan 5 hingga 10 tahun ke depan. 

"Ini akan mencederai proses demokrasi. Apalagi dalam konteks pemilihan baru selesai. Seharusnya roda pemerintahan yang akan dijalani berjalan mulus tanpa ada isu-isu seperti itu. Ini tantangan bagi Paslon terpilih untuk meng-clear-kan ini. Harus diwaspadai oleh siapapun," tegas Dekan Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember tersebut. 

Baca Sebelumnya

Kehebohan Anak-anak di Palembang saat Ikuti Khitan Massal

Baca Selanjutnya

Tinjau Wahana Baru, Wali Kota Batu Terpilih Puji Keberhasilan PT Selecta Kelola Wisata

Tags:

  pengamat politik UIN KHAS Jember calo jabatan ASN Bondowoso Canada Terpilih

Berita lainnya oleh Haryono

Dari Kampus ke Jurnal Nasional: Dua Mahasiswi PGMI UIN KHAS Jember Lulus Tanpa Skripsi

15 April 2026 14:13

Dari Kampus ke Jurnal Nasional: Dua Mahasiswi PGMI UIN KHAS Jember Lulus Tanpa Skripsi

Cegah Kebocoran Setoran Pajak, Bondowoso Terapkan e-SPPT untuk Pembayaran PBB

14 April 2026 16:54

Cegah Kebocoran Setoran Pajak, Bondowoso Terapkan e-SPPT untuk Pembayaran PBB

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

13 April 2026 20:33

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

13 April 2026 14:20

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

13 April 2026 14:04

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

11 April 2026 17:57

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar