KETIK, MALANG – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) menggelar pembukaan Pengabdian Masyarakat (PENMAS) pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Lapangan Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dari 25 hingga 27 Juli 2026 di Desa Permanu dan Desa Karangpandan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan pada tahun lalu dengan berfokus pada masalah kesehatan masyarakat. Pada tahun lalu, ada beberapa masalah yang telah teridentifikasi dan nantinya akan terus berlanjut.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK), Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), mengungkapkan Kegiatan ini diikuti oleh 625 mahasiswa semester dua dan panitia. Para mahasiswa nantinya akan membuat program dengan membidik permasalahan kesehatan, seperti stunting yang menjadi konsen pada kegiatan pengabdian tahun ini.

"Jadi terkait masalah stunting, stunting karena memang menjadi salah satu konsen kita karena stunting itu efeknya bukan hanya pendek tapi juga pada kualitas kecerdasan, kemudian menjadi pintu masuk untuk penyakit-penyakit metabolik yang lainnya," ungkapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), membuka kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Permanu dan Desa Karangpandan. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Baca Juga:
Harga Daging Sapi di Kota Malang Tembus Rp150 Ribu, Omzet Pedagang Anjlok Separuh

Menurutnya, efek dari stunting tidak hanya jangka pendek, tapi juga memberikan dampak pada kualitas kecerdasan dan menjadi pintu masuk penyakit-penyakit metabolik lainnya. Sehingga, kehadiran mahasiswa FK UB dapat membantu dalam memberikan ilmu terkait pencegahan dan cara mengatasi stunting.

"Sehingga kita konsen itu kita melakukan upaya pencegahan mulai dari ibu hamil kemudian ibu dan bayi dan seterusnya, jadi upaya-upaya promotif dan preventif yang kita inginkan," tutur Prof. Wisnu.

Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, para mahasiswa nantinya akan tinggal di rumah penduduk sekitar. Sehingga mereka dapat berinteraksi bersama masyarakat sekitar dan mengetahui kehidupan desa.

Peserta PENMAS asal Kalimantan, Satrio Dwi Cahyo mengungkapkan bahwa ia sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Menurutnya, ini menjadi pengalaman baru bagi para maba untuk belajar berinteraksi bersama masyarakat sekitar.

Baca Juga:
Bicara Marhaenisme di RedTalks, Rocky Gerung Sebut Malang Peluang Jadi Arah Baru Nasionalisme

Dalam satu kelompok terdiri tiga orang yang nantinya langsung melakukan pengobatan keliling ke rumah-rumah warga. Satrio Dwi Cahyo mengungkapkan sejumlah persiapan yang telah dilakukan selama beberapa minggu agar kegiatan pengabdian bisa dapat mencapai target yang diinginkan, termasuk belajar bahasa Jawa agar mereka bisa berkomunikasi baik dengan masyarakat sekitar.

"Jadi kami melaksanakan simulasi terutama secara penggunaan stetoskop, tensi meter digital, tensi manual dan juga alat-alat medis lainnya. Lalu setelah itu kami juga berlatih untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa. Lalu juga kami juga berlatih dalam bagaimana alur dalam ke rumah ke rumah," ungkapnya.

Satrio Dwi Cahyo, mahasiswa FK UB asal Kalimantan yang mengungkap pengabdian ini menjadi pengalaman untuk belajar berinteraksi bersama masyarakat sekitar. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Pengabdian masyarakat ini lebih ditekankan pada program kerja yang berkelanjutan. Satrio menjelaskan nantinya warga bisa mengetahui permasalahan kesehatan pada diri, seperti hipertensi, diabet melitus, stunting, dan ilmu tentang gizi. 

"Nantinya diusahakan setiap warga ini memahami apa saja yang ada gejala pada dirinya sendiri sehingga nantinya akan mempermudahkan bagi warga-warga itu dalam berobat," jelas Satrio Dwi Cahyo.

Satrio Dwi Cahyo berharap agar pengabdian ini bisa memberikan pengalaman yang terbaik bagi para mahasiswa dan berdampak positif pada masyarakat desa.

"Harapannya dapat memberikan dampak positif bagi warga-warga desa dan juga dapat memberikan pengalaman yang terbaik bagi kami para peserta mahasiswa," ucap Satrio penuh harapan.(*)