KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada 551 penerima. Beasiswa tersebut diberikan kepada 210 pelajar SMA dan juga 341 mahasiswa.
Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Malang, Achmad Sholeh, menjelaskan, bantuan beasiswa pendidikan menyasar keluarga tidak mampu. Beasiswa juga diberikan setiap 3 bulan sekali dan telah dilakukan para 3 bulan awal 2026.
"Penyaluran beasiswa per tiga bulan sekali, untuk yang awal di 2026 sudah dilakukan pada tiga bulan pertama. Rincian penerimanya adalah 210 orang pelajar SMA dan 341 orang mahasiswa," ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.
Pemkot Malang sendiri telah mengalokasikan anggaran Rp6,3 miliar untuk program beasiswa pendidikan di tahun 2026. Kondisi tersebut mengalami penurunan dibandingkan pada 2025, baik dari segi penerima manfaat maupun alokasi anggaran.
"Pada 2025 anggaran untuk 582 orang sekitar Rp8,2 miliar. Jadi, yang utama itu karena (pemangkasan) TKD hampir Rp300 miliar lebih terus di Bagian Kesra berkurang hampir Rp2 miliar," ucapnya.
Baca Juga:
Surati BGN, Pemkot Malang Minta Dilibatkan Tentukan Titik SPPGPenurunan tersebut dipicu oleh pemangkasan anggaran transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Untuk itu Pemkot Malang melakukan penyesuaian jumlah penerima beasiswa.
Pada tahun 2026 ini nominal beasiswa yang diberikan kepada siswa SMA ialah Rp440.000, sedangkan mahasiswa mendapatkan beasiswa sebesar Rp2 juta.
Bagian Kesra sendiri hanya memiliki kewenangan pelaksanaan program beasiswa di jenjang SMA dan perguruan tinggi. Sedangkan SD dan SMP menjadi kewenangan dari Disdikbud Kota Malang.
Penerima manfaat dipastikan memiliki KK sebagai warga Kota Malang, berprestasi akademik maupun non akademik. Untuk itu Pemkot Malang terus melakukan pemutakhiran data agar penerima beasiswa tepat sasaran.
Baca Juga:
Turun ke Sawah, Bhabinkamtibmas Lowokwaru Malang Motivasi Petani Lewat Budidaya Jagung"Pelajar atau mahasiswa yang sudah lulus tentunya datanya akan kita ganti dengan nama-nama baru," pungkasnya. (*)