Peneliti ITS Ungkap Penyemprotan Air Dapat Kurangi Polutan Jakarta

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

5 Sep 2023 07:04

Thumbnail Peneliti ITS Ungkap Penyemprotan Air Dapat Kurangi Polutan Jakarta
Peneliti lingkungan Dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS Arry Febrianto SSi MT. (Foto: Humas ITS)

KETIK, SURABAYA – Sejak sebulan terakhir, warga Jakarta kembali dipaksa berteman dengan polusi yang kian hari kian pekat. Tak hanya mengacaukan aktivitas, akumulasi polutan udara ini juga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Dosen Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Arry Febrianto SSi MT menuturkan, fenomena berulang ini terjadi karena emisi polutan yang dilepas melebihi kapasitas lingkungan. Hal tersebut membuat lingkungan tidak dapat melakukan pemulihan secara alami. 

“Polutan tersebut kemudian mengalami reaksi perubahan dengan cahaya matahari di atmosfer lalu membentuk kabut pekat seperti yang terlihat di langit Jakarta akhir-akhir ini,” paparnya. 

Meninjau langkah penyelesaian yang diambil Pemerintah DKI Jakarta, Febri mengaku ada beberapa hal yang dapat disorot. Salah satunya adalah penyemprotan air ke jalanan dan gedung tinggi. 

Baca Juga:
ITS Integrasikan Science Techno Park, Dorong Hilirisasi Riset

Menurut Febri, meski dinilai tidak berpengaruh pada masyarakat, langkah ini justru baik karena dapat meminimalisasi polutan yang berasal dari debu jalan. 

Berdasarkan data dari Vital Strategies, rata-rata tahunan konsentrasi polutan PM2,5 di Jakarta lebih tinggi empat sampai lima kali dibandingkan standar kualitas udara World Health Organization (WHO). 

Febri menunjukkan tingginya tingkat konsentrasi pencemar pada daerah ini. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut, penyakit paru-paru obstruktif kronis, kanker paru-paru, hingga kematian dini. 

Polutan jalan kota berkontribusi sekitar 1-6 persen di musim penghujan dan 9 persen di musim kemarau terhadap polusi di Jakarta. 

Baca Juga:
ITS Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Inovasi Bensin Sawit dan Teknologi EBT

Kebijakan lain yang diberlakukan saat ini adalah Work From Home (WFH) atau pemindahan tempat kerja di rumah. Dikatakan Febri, signifikansi pengaruh langkah ini perlu dihitung untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya. 

Perhitungan ini melibatkan data empiris terkait jumlah, jenis, serta proporsi penggunaan kendaraan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah DKI Jakarta terhadap total kendaraan di pusat ekonomi negara ini. 

Sedangkan, terkait pengadaan kendaraan listrik yang ramai diperbincangkan, Febri mengakui, langkah ini bisa saja menjadi solusi untuk mengurangi emisi di jalanan. 

Kendati demikian, penggunaan batubara yang menghasilkan emisi tinggi sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik tidak bisa serta merta diabaikan. 

“Perlu ditinjau kembali aturan dan kebijakannya agar tidak hanya sekadar memindahkan polusi dari jalanan ke pembangkit listrik,” tandasnya mengingatkan. 

Sehubungan dengan upaya pencegahan dari sisi masyarakat, Febri mengimbau agar masyarakat dapat lebih bijak dalam penggunaan energi. Penggalakan pemakaian transportasi publik, penghijauan, serta memilah dan mengolah sampah harus terus dilakukan. 

“Masyarakat juga dapat membantu meminimalisasi jejak karbon dari distribusi produk dengan meningkatkan penggunaan produk lokal,” tuturnya. 

Di lain sisi, Febri mengatakan, pemerintah semestinya meningkatkan strategi pengendalian kualitas udara baik dari sumber yang bergerak maupun sumber yang tidak bergerak. 

Menurutnya, program pemantauan emisi real time berkelanjutan juga dapat dibuat lebih praktis dengan digitalisasi. Tak hanya itu, peningkatan standar baku mutu berikut regulasi dan penegakan hukum serta peningkatan transisi energi ke energi baru terbarukan juga diperlukan. 

Febri mengingatkan bahwa polusi udara tidak hanya terdapat di luar ruangan tetapi terjadi juga di dalam ruangan. 

Menurutnya, penting agar masyarakat mengetahui sumber pencemar yang ada di sekitar dan cara meminimalisirnya. Sinergi masyarakat dan pemerintah dalam perbaikan kualitas lingkungan dibutuhkan guna menaikkan kualitas lingkungan tersebut. 

“Bumi adalah rumah kita semua, maka mari kita harus jaga dan rawat bersama,” pesan Febri. (*)

Baca Sebelumnya

Sepi Pengunjung, Pedagang Memilih Bertahan di Pasar Wisata Songgoriti

Baca Selanjutnya

Prediksi Fahri Hamzah Terbukti Soal Koalisi Bubar

Tags:

ITS Dosen Departemen ITS Arry Febrianto polusi Jakarta polutan udara

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar