Pemkot Surabaya Fokus Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Marno

20 Agt 2023 13:29

Thumbnail Pemkot Surabaya Fokus Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Talkshow Puspaga Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan di Pameran Surabaya Great Expo. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot)  Surabaya menaruh perhatian serius mengenai cara mencegah kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. 

 Kepedulian itu ditunjukkan Pemkot Surabaya dengan  mengadakan Talkshow Puspaga dengan tema "Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan di Surabaya Great Expo. 

Narasumber yang hadir yaitu Kepala Kantor Unicef untuk Wilayah Jawa Tubagus Arie Rukmantara, Dr Martadi Pemerhati Pendidikan, Nanang Abdul Chanan Pemerhati Anak, dan Nirzara Syarifal Afarizi akrab disapa Ceca sebagai Pengurus Forum Anak Surabaya (FAS). 

Talkshow ini membahas pentingnya memperhatikan lingkungan satuan pendidikan untuk perkembangan anak di masa mendatang.  Ekosistem sekolah yang baik dan kondusif dapat mendorong peserta didik mengembangkan potensi terbaiknya. Oleh karenanya sekolah diharapkan menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk anak. 

Baca Juga:
Kualitas Gizi menjadi Peta Jalan Tumbuh Kembang Anak, Simak Penjelasan Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa

Pemerhati Anak, Nanang Abdul Chanan menjelaskan selama ini guru dan orangtua meyakini bahwa penggunaan hukuman baik fisik maupun psikis efektif dalam membentuk perilaku anak atau siswa menjadi disiplin, padahal sebaliknya, anak bisa saja meniru kekerasan tersebut. 

"Ada 3 dosa pendidikan yang ingin dihapus kekerasan seksual, perundungan dan intoleransi," ujarnya, Minggu (20/8/2023). 

Nanang juga menjelaskan beberapa kekerasan yang disebutkan dalam Permendikbud No 46 Tahun 2023 mencakup kekerasan fisik, verbal, nonverbal, seksual, melalui media teknologi dan informasi (online). 

"Hari ini termasuk disosialiasikan, kita obrolin justru mengundang yo opo Suroboyo iki (bagaimana Surabaya ini) menciptakan sekolah aman dicegah supaya tidak ada kekerasan, ditangani lek wes ono (kalau sudah ada) ," paparnya. 

Baca Juga:
UNICEF di Jawa Tekankan Keluarga dan Teman Sebaya Solusi Cegah Bullying dan Atasi Kesehatan Mental Anak

Tujuan dari pencegahan dan penanganan kekerasan anak yang tinggal di Surabaya dapat menikmati haknya di sekolah, rumah dan lingkungan. 

Strategi pencegahan kekerasan di sekolah. Pertama melalui pendidikan dan kesadaran. Kedua, Program pembelajaran tentang kekerasan dan akibatnya. Ketiga, kampanye anti-kekerasan di sekolah. Keempat dilakukannya pengawasan dan pelaporan. 

"Ada kebijakan, komitmen yang itu bisa dianggap kekerasan kalau sekolahnya membiarkan mengakibatkan terjadinya kekerasan, yang mengakibatkan kesengsaraan," ujar Nanang. 

Kemudian bisa juga meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah dan terakhir mendorong siswa dan staf untuk melaporkan tindakan kekerasan. 

Penggunaan ponsel digital membuat anak-anak juga menerima kekerasan berbentuk verbal maupun non verbal melalui pesan yang ada di media sosial. 

Mengenai pencegahan di dunia digital, FAS memiliki forum digital yang berada di aplikasi Telegram, di medsos tersebut anak-anak Surabaya bisa menceritakan atau melaporkan kejadian yang dialaminya tanpa mencantumkan nama. 

Arie Rukmantara menjelaskan jika penanganan kekerasan anak di Surabaya sangat baik maka di Jawa Timur turun drastis kekerasan di Indonesia. 

"Semua riset menunjukkan keberhasilan siswa-siswi termasuk yang bagus di matematika, fisika, olahraga, seni musik dan lain-lain tidak pernah diikuti oleh kekerasan di sekolahnya, selalu diikuti oleh pembimbingan, pencegahan, kasih sayang tentunya juga ruang untuk berpartisipasi," pungkas Arie. (*)

Baca Sebelumnya

Gelar Festival Moloku Kieraha di Jakarta, Soroti Kemajuan Daerah

Baca Selanjutnya

Hasil Moto3 GP Austria, Manajer Honda Team Asia: Performa Mario Aji Terus Meningkat

Tags:

Pemerintah Kota Surabaya Kekerasan pada anak mencegah kekerasana anak kekerasan di sekolah Nanang Abdul Chanan Arie Rukmantara UNICEF FAS anak Surabaya Surabaya Great Expo

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar