KETIK, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang bersama masyarakat Sumatera Selatan menyampaikan rasa bangga atas peresmian KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama milik Indonesia.

Penggunaan nama Sriwijaya dinilai memiliki makna historis yang kuat bagi masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan.

Rasa bangga tersebut disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, K. M. Isnaini Madani, Kamis, 24 September 2026.

Sebagai putra daerah Sumatera Selatan, Isnaini menilai nama Sriwijaya pada kapal perang tersebut membawa pesan sejarah tentang kejayaan kemaritiman Nusantara.

"Tentu ini sangat identik dengan Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim Nusantara bahkan dunia yang pernah menguasai sebagian besar belahan dunia pada masa kejayaannya. Melalui laut lah Kerajaan Sriwijaya dapat menorehkan kejayaan dan masa keemasannya," ujar Isnaini.

Baca Juga:
KRI Sriwijaya-100 Resmi Perkuat TNI AL, Danlanal Palembang dan Wagub Sumsel Hadiri Momentum Bersejarah

KRI Sriwijaya-100 resmi memperkuat armada pertahanan maritim Indonesia setelah diresmikan dalam upacara pengukuhan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 24 September 2026.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Kapal induk bernomor lambung 100 tersebut sebelumnya merupakan kapal perang Angkatan Laut Italia dengan nama ITS Giuseppe Garibaldi. Setelah resmi masuk dalam jajaran TNI Angkatan Laut, kapal tersebut menjadi kapal induk pertama milik Indonesia.

Kehadiran KRI Sriwijaya-100 menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertahanan bersama TNI dalam memodernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) nasional sekaligus memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

Baca Juga:
Besok Operasi Sikat I Musi 2026 Dimulai, Polda Sumsel Bidik Pelaku Kejahatan Jalanan

Bagi Pemerintah Kota Palembang, penggunaan nama Sriwijaya pada kapal induk tersebut tidak sekadar menjadi pengingat kejayaan masa lalu.

Nama tersebut juga menjadi simbol kekuatan maritim, persatuan wilayah, serta identitas Indonesia sebagai negara kepulauan.

Isnaini mengatakan sejarah Kerajaan Sriwijaya memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Sumatera Selatan.

Kejayaan kerajaan tersebut dibangun melalui kekuatan maritim yang menjadikan laut sebagai bagian penting dalam perkembangan dan pengaruhnya.(*)