KETIK, MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah tersebut menjadi strategi penting di tengah keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki Kota Mojokerto.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka Sarasehan Pengembangan Pariwisata di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Jumat, 19 Juni 2026.
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang investasi baru di Kota Mojokerto.
Menurutnya, struktur ekonomi Kota Mojokerto lebih banyak ditopang sektor jasa dan perdagangan sehingga penguatan pariwisata menjadi pilihan yang tepat untuk mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga:
Empat Reklame Ilegal di Kota Mojokerto Dibongkar Paksa, Satpol PP: Tak Ada Itikad Urus Izin"Melalui penguatan sektor pariwisata serta peluang investasi yang kita buka seluas-luasnya, kita berharap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat lebih cepat," ujar Ning Ita.
Ia menjelaskan, perekonomian Kota Mojokerto sempat mengalami perlambatan pada tahun 2023 dengan pertumbuhan hanya mencapai 2,79 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi penutupan sejumlah pabrik rokok yang sebelumnya menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ekonomi mulai menunjukkan pemulihan yang positif. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto kini berada di kisaran 5,32 hingga 5,34 persen.
"Angka tersebut sebenarnya sudah berada pada titik normal pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto," katanya.
Baca Juga:
Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108 Diramaikan Road to Kilau Raya MNCTV, Catat TanggalnyaNing Ita menilai sektor pariwisata memiliki efek berganda yang besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi lainnya.
Mulai dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), industri kreatif, perhotelan, hingga sektor transportasi dapat merasakan manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas wisata.
Data pemerintah daerah menunjukkan, dari sekitar 29 ribu UMKM yang ada di Kota Mojokerto, lebih dari 16 ribu di antaranya bergerak di bidang kuliner yang sangat erat kaitannya dengan sektor pariwisata.
Karena itu, semakin banyak wisatawan yang datang akan berdampak langsung terhadap peningkatan omzet pelaku usaha lokal.
Selain itu, tren positif juga terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel, hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari sektor pariwisata.
"Kalau kita kelola dengan baik, data menunjukkan progres yang positif. Kunjungan wisatawan meningkat, tingkat hunian hotel bertambah, dan PAD dari sektor pariwisata juga terus naik," ungkapnya.
Sebagai upaya memperkuat daya tarik daerah, Pemkot Mojokerto juga terus mengembangkan berbagai agenda dan event yang mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menarik minat investor.
Salah satu program yang akan terus digalakkan adalah One OPD One Event, yakni setiap organisasi perangkat daerah (OPD) didorong untuk menghadirkan kegiatan atau event yang dapat menjadi magnet kunjungan masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan kalender kegiatan yang berkelanjutan sehingga pergerakan ekonomi daerah dapat terus tumbuh sepanjang tahun.(*)