Pemkot Malang Fokus Kembangkan Aplikasi Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

17 Jun 2023 11:01

Thumbnail Pemkot Malang Fokus Kembangkan Aplikasi Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto (foto: Lutfia/ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Beberapa waktu yang lalu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah melarang pembuatan aplikasi baru oleh instansi pemerintah. Arahan tersebut diikuti oleh Pemerintah Kota Malang yang memilih fokus pada pengembangan aplikasi untuk menanggulangi kemiskinan dan stunting.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto.

"Secara nasional kepada semua kota/kabupaten, untuk lebih memfokuskan kepada isu-isu nasional. Itu terkait dengan penanganan kemiskinan, stunting, inflasi, investasi, dan digitalisasi layanan. Wali Kota Malang sudah menegaskan ambil pilihan yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan dan stunting," ujar Widianto, Sabtu (17/6/2023).

Salah satu aplikasi yang sedang dikembangkan Kota Malang dalam upaya menekan angka kemiskinan dan stunting adalah PDKTSAM (Pendataan dan Verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Baca Juga:
Banjir hingga Kemiskinan Masih Jadi Persoalan Klasik, Data Pemkot Malang Disorot Dewan

Melalui aplikasi tersebut, dapat dilakukan pendataan dan verifikasi langsung terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Selama ini belum pernah dilakukan verifikasi secara langsung. Data yang ada itu benar atau tidak, ada perubahan atau tidak. Dari data itulah kita buat tabulasi supaya bisa dilakukan langkah diagnosa, terapi dan intervensi seperti apa. Itu yang kita kuatkan saat ini," sambungnya.

Sejauh ini aplikasi yang dimiliki Pemerintah Kota Malang berhasil dikerucutkan hingga 24 aplikasi. Meskipun berfokus pada penanggulangan kemiskinan dan stunting, Diskominfo tidak serta merta menghilangkan aplikasi lainnya.

"Kita fokuskan di PDKTSAM, tanpa meninggalkan aplikasi yang lain. Kalau dulu kita punya banyak aplikasi, lalu kita lakukan integrasi sehingga mengerucut menjadi 24 aplikasi," ujarnya.

Baca Juga:
Bupati Bojonegoro Tekankan Penanganan Stunting Berbasis Data, Soroti Pentingnya Air Bersih

Aplikasi yang ada memang ditujukan untuk mempermudah layanan kepada masyarakat yang dikaitkan dengan smart city. Saat ini evaluasi terhadap smart city ialah bagaimana aplikasi yang dimiliki oleh pemerintah daerah dapat mengatasi isu-isu yang telah difokuskan oleh pemerintah pusat. Terlebih pemerintah pusat juga telah mengimbau supaya pemerintah daerah tidak berlomba dalam pembuatan aplikasi.

"Kalau kita bicara evaluasi berkaitan dengan smart city, sekarang terkait sejauh mana aplikasi yang dikembangkan kabupaten/kota untuk menekan angka kemiskinan, menurunkan stunting, hingga memberikan stimulus pada investasi daerah," terang Widianto.(*)

Baca Sebelumnya

Kabupaten Jember Siap Berbenah Mewujudkan Smart City

Baca Selanjutnya

Ayo Lindungi Geopark dalam Negeri, Lestarikan Budayanya!

Tags:

Aplikasi daerah pdktsam Stunting kemiskinan

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar