KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang mendorong penerapan kebijakan skrining kesehatan mental di seluruh perguruan tinggi. Langkah antisipasi terhadap maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa ini ditegaskan dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkot Malang dengan Universitas Brawijaya (UB), Universitas Ma Chung, dan Universitas Islam Malang (Unisma) pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Sebelumnya, Universitas Brawijaya telah memulai langkah nyata dengan menggelar skrining massal bagi 17 ribu calon mahasiswa baru. UB berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental mahasiswa sejak dini. 

Langkah ini tergolong penting mengingat kondisi psikologis mahasiswa cenderung stabil pada awal perkuliahan, namun berpotensi menurun saat memasuki semester pertengahan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi tinggi inisiatif dan kepedulian UB terhadap isu kesehatan mental di lingkungan kampus.

"Saya terima kasih kalau dengan skrining ini sudah dilakukan oleh Universitas Brawijaya dan tentunya ini kita lihat bahwa ini salah satu solusi terkait dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi di sana," ujar Wahyu.

Baca Juga:
UIN Malang Ubah Jadwal PKPBA, Kini Dimulai Pukul 06.00 WIB

Wahyu menilai skrining sebagai langkah efektif dalam mengurai persoalan di dunia pendidikan tinggi. Ia berencana berkoordinasi dengan para pimpinan kampus lain di Kota Malang agar kebijakan serupa dapat diterapkan secara meluas.

"Tetapi tentu ini juga nanti kita, kita juga koordinasi juga dengan perguruan-perguruan tinggi yang lain, apakah terkait dengan hal tersebut juga bisa kita lakukan karena ini kan kembali ke perguruan tingginya masing-masing kan, terkait dengan screening kebijakan di perguruan-perguruan tinggi masing-masing," tuturnya.

Tingginya angka kasus bunuh diri mahasiswa menjadi PR besar bagi seluruh perguruan tinggi di Kota Malang. Kampus dituntut hadir merangkul mahasiswa dan menyediakan ruang aman untuk berbagi cerita serta memecahkan masalah.

Langkah UB ini sekaligus memberi dorongan nyata bagi Pemkot Malang untuk meminimalisasi gangguan kesehatan mental agar tidak berujung pada tindakan fatal.

Baca Juga:
Menuju Kampus Berintegritas, UM Jalani Pendampingan dan Simulasi Penilaian Zona Integrasi

"Kami dari Pemerintah Kota Malang saya terima kasih karena nanti itu sudah bisa mengantisipasi, paling tidak monuminalisir keadaan permasalahan-permasalahan yang terjadi di Kota Malang," jelas Wali Kota Malang tersebut.(*)