KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu memperkuat komitmen mewujudkan kota yang semakin ramah bagi lanjut usia (lansia) melalui penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah, organisasi masyarakat, dan keluarga.
Langkah tersebut dibahas dalam evaluasi program sekaligus penyusunan strategi peningkatan kualitas hidup lansia yang mencakup layanan kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan partisipasi lansia dalam pembangunan daerah.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengatakan peningkatan kesejahteraan lansia tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga sebagai lingkungan terdekat para lansia.
“Kesejahteraan lansia merupakan cerminan kepedulian kita terhadap generasi terdahulu. Karena itu, pelayanan kesehatan, penyediaan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi harus berjalan secara terintegrasi melalui kolaborasi semua pihak,” ujarnya, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, berbagai masukan dari Komisi Daerah (Komda) Lansia menjadi bahan penting dalam menyusun kebijakan agar Kota Batu semakin layak dan nyaman bagi masyarakat lanjut usia.
Baca Juga:
Selamatan Desa dan Pengajian, Mas Heli Ajak Warga Sumberbrantas Syukuri Hasil BumiDalam pembahasan tersebut, sejumlah gagasan mengemuka, di antaranya peningkatan fasilitas publik yang ramah lansia, pengembangan ruang aktivitas bagi warga lanjut usia, penguatan layanan kesehatan preventif dan kuratif, serta pemberdayaan ekonomi melalui berbagai program produktif yang disesuaikan dengan kemampuan mereka.
Selain memperkuat peran pemerintah, Heli Suyanto menilai keluarga memegang peranan utama dalam menjaga kualitas hidup lansia. Ia mengingatkan bahwa perhatian sederhana dari anggota keluarga mampu mencegah lansia mengalami kesepian maupun gangguan kesehatan mental.
“Peran keluarga sangat penting dalam menjaga kesejahteraan lansia. Mendengarkan keluhan mereka, menghargai pendapatnya, mendukung aktivitas sosial maupun hobinya, serta menjaga kesehatan fisik dan mental akan membuat lansia tetap sehat, aktif, dan bahagia,” ungkap Mas Heli, sapaan akrabnya.
Ia juga mengingatkan agar keluarga tidak membebankan tanggung jawab yang melebihi kemampuan fisik lansia. Menurutnya, meski masih ingin berkontribusi dalam kehidupan keluarga, setiap lansia memiliki keterbatasan yang harus dihormati.
Baca Juga:
Specta Flora Festival 2026, Pemkot Batu Targetkan Florikultura Go Internasional“Lansia tetap ingin berperan dalam keluarga, tetapi kontribusi tersebut harus disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Hindari memberikan pekerjaan yang terlalu berat, menyebabkan kelelahan berkepanjangan, mengurangi waktu istirahat, atau justru mengganggu kesehatan mereka,” jelas Mas Heli.
Pemerintah Kota Batu juga mengajak masyarakat membangun budaya yang lebih ramah terhadap lansia melalui sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersabar saat berkomunikasi, tidak membentak, melibatkan lansia dalam pengambilan keputusan keluarga, menghargai pengalaman hidup mereka, serta meluangkan waktu berkualitas bersama.
Mas Heli menegaskan, seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorang tentu mengalami perubahan. Karena itu, selain tetap diberi ruang untuk beraktivitas, lansia juga membutuhkan perhatian, waktu beristirahat, serta dukungan emosional dari keluarga.
“Mari menjadi keluarga sahabat lansia dengan memberikan dukungan sesuai kemampuan mereka. Lansia yang sehat, aktif, dan bahagia berawal dari keluarga yang peduli. Sayangilah lansia dengan menghargai peran, kemampuan, dan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (*)