KETIK, SITUBONDO – Untuk mencegah aktivitas masyarakat yang berburu layang-layang menggunakan senar yang di kasih kawat, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo menerima kunjungan PT PLN (Persero) UPT Probolinggo bersama jajaran Gardu Induk 150 kV Probolinggo dan didampingi PLN Gardu Induk Situbondo, Senin, 20 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut disambut langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio.

“Ini ajang silaturahmi sekaligus membahas langkah antisipasi menghadapi potensi gangguan kelistrikan, ketika musim kemarau panjang,” kata Mas Rio.

Lebih lanjut, Bupati Situbondo mengatakan, sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, yakni aktivitas masyarakat yang menjadi pemburu layangan putus menggunakan senar yang pakai kawat, ini sangat berbahaya bagi jaringan listrik.

Baca Juga:
Buka Muscab PMI Situbondo, Bupati Mas Rio Tekankan Sinergi dan Target Naik Kelas

Menurut Mas Rio, penggunaan kawat untuk menyambar layangan putus diatas dapat memicu gangguan serius pada saluran transmisi.

Bahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan di Situbondo, tetapi bisa meluas hingga wilayah lain seperti Banyuwangi dan Bali.

“Apabila kawatnya sampai mengenai jaringan, maka dampaknya bisa luas. Bukan hanya listrik padam, tapi juga bisa berpengaruh pada aktivitas ekonomi masyarakat. Potensi kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau juga bisa memicu api yang kemudian mengganggu jaringan listrik,” tutur Mas Rio.

Sebagai langkah awal, sambung Bupati Situbondo, pemerintah daerah berencana melakukan pemetaan wilayah yang rawan terhadap dua risiko tersebut, khususnya di sekitar jalur transmisi listrik.

Baca Juga:
Festival Bonsai Nusantara Situbondo Bangkit, Diikuti Ratusan Koleksi dari Berbagai Daerah

Pemkab Situbondo juga akan berkoordinasi dengan kepala desa dan camat untuk memperkuat pengawasan jalur transmisi listrik di tingkat lokal.

“Edukasi kepada masyarakat penting, termasuk sosialisasi bahaya penggunaan kawat untuk mengaet layangan dan risiko kebakaran saat kemarau,” kata Bupati Situbondo.

Tak hanya itu yang disampaikan Mas Rio Bupati Situbondo, namun dia juga menjelaskan bahwa operasi rutin juga akan digelar untuk menertibkan aktivitas berisiko, terutama yang melibatkan anak-anak yang kerap menggunakan kawat untuk menyambar layangan.

“Larangan penggunaan kawat sebenarnya telah diatur dalam peraturan daerah. Oleh karena itu, saya akan memastikan aturan tersebut berjalan secara konsisten. Dan yang perlu ditekan itu penggunaan kawatnya, bukan permainan layangannya. Kalau bermain biasa sebenarnya tidak ada masalah,” jelas Bupati Situbondo.

Sementara itu, Manager PLN UPT Probolinggo, Budi Santoso, mengapresiasi langkah dan keterbukaan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo dalam menerima masukan dari PLN.

“Pertemuan ini merupakan kali kedua dengan Bupati Situbondo dan dinilai berjalan sangat positif. Berbagai hal strategis yang disampaikan mendapat respons positif dan cepat serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo,” jelas Budi.

Harapannya, lanjut Budi, sinergi ini terus terjalin agar arus listrik bisa terjaga, tidak hanya di Kabupaten Situbondo, akan tetapi juga di wilayah kabupaten lain.

“PLN berkomitmen memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal demi mendukung pelayanan kepada masyarakat,” kata Budi.

Budi juga mengaku terkesan dengan suasana penerimaan yang dilaksanaka Mas Rio di Pendopo Rakyat Situbondo yang dinilainya hangat dan ramah serta terbuka.

“Ini di luar ekspektasi Kami. Kami benar-benar merasa diterima dengan baik oleh Mas Bupati,” pungkas Budi. (*)