KETIK, LEBAK – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lebak memamerkan produk UMKM unggulan dalam Colour of Cultures Festival (COCF) 2026 di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, pada 16-18 Oktober 2026.
Produk yang dipamerkan antara lain gula aren, tenun Baduy, Batik Lebak, dan olahan ikan. Partisipasi ini menjadi upaya Pemkab Lebak memperluas promosi produk lokal dan memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah ke pasar yang lebih luas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan, keikutsertaan Lebak dalam festival tersebut merupakan kesempatan untuk memperkenalkan karakteristik produk UMKM daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah.
"Melalui Colour of Cultures Festival ini, kami ingin memperkenalkan bahwa Kabupaten Lebak memiliki beragam produk UMKM unggulan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan potensi, kreativitas, dan kekayaan budaya lokal," kata Imam saat dihubungi Ketik.com, Sabtu 17 Oktober 2027.
Menurut Imam, promosi melalui pameran dan festival menjadi langkah penting untuk membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM. Dengan semakin dikenalnya produk lokal, pelaku usaha berpeluang memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing.
Baca Juga:
Pemkab Lebak Lelang 2.633 Unit Barang Milik Daerah, Nilai Limit Capai Rp481 JutaIa menambahkan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya menjaga kualitas produk. Pelaku usaha juga perlu didorong mengikuti perkembangan pasar, memperkuat identitas produk, dan memanfaatkan berbagai kesempatan promosi untuk menjangkau konsumen baru.
"Kami berharap keikutsertaan dalam kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM Kabupaten Lebak. Produk-produk unggulan daerah perlu mendapatkan ruang promosi yang lebih luas agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar," ujar Imam.
Colour of Cultures Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan IndonesiaTIC bersama Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI). Kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi potensi budaya dan produk unggulan daerah.
Bagi Kabupaten Lebak, keikutsertaan dalam festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan produk kerajinan dan hasil usaha masyarakat yang berkaitan erat dengan identitas dan kekayaan lokal.
Baca Juga:
Pemkab Lebak Urutan Ketiga Satlinmas Terbanyak di Banten, Targetkan 10.000 PersonelTenun Baduy dan Batik Lebak menjadi produk yang memperkenalkan ciri khas daerah. Sementara gula aren dan produk olahan ikan menunjukkan keragaman potensi usaha berbasis sumber daya lokal yang dikembangkan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lebak Imam Suangsa, Ketua Dekranasda Kabupaten Lebak Ny. Belia Hasbi Jayabaya, Ketua Harian Dekranasda Diana Jayabaya, Kepala Bidang UMKM, beserta jajaran.
Imam berharap promosi produk unggulan melalui berbagai kegiatan, baik di tingkat regional maupun nasional, dapat terus membuka kesempatan bagi UMKM Lebak untuk berkembang.
"Harapan kami, produk UMKM Lebak semakin dikenal, semakin diminati, dan memiliki akses pasar yang lebih luas. Dengan dukungan promosi dan pengembangan usaha yang berkelanjutan, UMKM diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat serta meningkatkan nilai tambah potensi lokal Kabupaten Lebak," tutur Imam.
Keikutsertaan Kabupaten Lebak dalam Colour of Cultures Festival 2026 diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat pengenalan produk unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM agar semakin berdaya saing. (*)