KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso semakin serius memperkuat fondasi kemandirian fiskal dengan mengakselerasi transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah.
Upaya ini ditandai dengan penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Transformasi Digital yang berfokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), berlangsung pada 1-2 Mei 2026 di Catimore Homestay, Kecamatan Ijen.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i, serta Sekretaris Daerah Fathur Rozi, bersama jajaran pejabat daerah lainnya, mulai dari staf ahli, asisten, kepala OPD, hingga para camat se-Bondowoso.
Dalam forum itu, Bupati menegaskan pentingnya kesamaan arah dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam menghadapi era digital.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar inovasi tambahan, melainkan fondasi utama dalam menciptakan sistem pemerintahan yang efektif dan minim kebocoran.
Baca Juga:
Tak Main-main! Pemkab Bondowoso Gelontorkan DBHCHT untuk Lindungi 15 Ribu Buruh TaniIa menilai penerapan teknologi dalam pengelolaan keuangan akan mendorong transparansi serta meningkatkan akurasi dalam penggalian potensi PAD.
“Dengan sistem digital, setiap transaksi bisa dipantau secara real time, sehingga potensi kebocoran dapat ditekan,” ujarnya.
HLM ini juga menjadi ruang strategis untuk merancang langkah konkret menuju implementasi digitalisasi, khususnya dalam sistem transaksi keuangan daerah.
Pemkab Bondowoso disebut telah menyelesaikan tahap awal pemetaan, yang akan segera ditindaklanjuti dengan penerapan kebijakan berbasis data.
Baca Juga:
Pergantian Kajari Jadi Momentum, Bondowoso Perkuat Sinergi dan PengawasanBupati optimistis, dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah serta posisi geografis yang strategis di wilayah Tapal Kuda, Bondowoso memiliki peluang besar untuk memperkuat kapasitas fiskalnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah melalui konsep aglomerasi Selingkar Ijen.
Tiga sektor utama menjadi fokus pengembangan, yakni pariwisata, ketahanan pangan, dan konektivitas transportasi, yang diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Kolaborasi kawasan dan digitalisasi adalah kunci untuk membawa Bondowoso naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tandasnya.(*)