KETIK, CILACAP – Renovasi lanjutan Pasar Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan anggaran Rp48,72 miliar telah mencapai progres fisik 86,514 persen pada minggu ke-28.

Setelah pembangunan selesai, pedagang lama akan diprioritaskan untuk kembali menempati tempat berjualan di pasar tersebut.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kroya (P3K), Mujiono, mengatakan penempatan pedagang akan mengacu pada data pedagang sebelumnya serta bukti kepemilikan atau izin tempat usaha.

"Intinya pedagang lama kita prioritaskan dulu. Kalau semuanya sudah tertampung dan masih ada tempat, baru bisa dimanfaatkan pedagang lain," ujar Mujiono, Senin, 19 Oktober 2026.

Menurutnya, jumlah pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Kroya sekitar 1.400 orang.

Baca Juga:
Tawuran Bersenjata Tajam di Cilacap Terungkap, Polisi Utamakan Pembinaan Anak

Jumlah tersebut mencakup pedagang lama, pedagang pelataran, dan pedagang musiman.

Dengan bangunan pasar yang dirancang terdiri dari tiga lantai, ia berharap seluruh pedagang dapat tertampung.

Namun, penataan tetap diperlukan agar setiap pedagang memperoleh tempat berjualan yang sesuai.

Mujiono menjelaskan, pembagian kios dan tempat berjualan menjadi kewenangan dinas terkait.

Baca Juga:
Dari Petani Jadi Pengusaha Kerupuk Goreng Pasir Jombang, Faisol Bangun Usaha dengan Modal Rp1 Juta

Data lokasi berjualan sebelumnya akan menjadi salah satu acuan dalam menentukan penempatan pedagang setelah renovasi selesai.

Pedagang juga dapat menunjukkan surat izin tempat usaha atau bukti kepemilikan tempat berjualan.

Apabila dokumen tersebut hilang akibat kebakaran, petugas dapat melakukan pengecekan langsung serta meminta keterangan dari pedagang lain yang mengetahui lokasi sebelumnya.

"Dengan kondisi tersebut diharapkan penempatan pedagang dilakukan dengan jelas sehingga mereka bisa kembali berjualan setelah pasar selesai dibangun," tandasnya.

Sementara itu, Camat Kroya Kusnadi berharap renovasi pasar dapat diselesaikan sesuai masa kontrak.

Dengan demikian, aktivitas perdagangan di Pasar Kroya diharapkan dapat kembali beroperasi pada Desember 2026 atau Januari 2027.

Ia juga berharap dinas terkait bersama paguyuban pedagang mempersiapkan penataan pasar sejak awal agar kegiatan perdagangan dapat berlangsung tertib dan kondusif.

Berdasarkan data proyek, renovasi lanjutan Pasar Kroya telah mencapai progres fisik 86,514 persen, melampaui target rencana sebesar 84,927 persen.

Capaian tersebut lebih cepat 1,587 persen dari jadwal yang ditetapkan.

Proyek ini dikerjakan oleh Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Tengah melalui kontraktor PT Armada Hada Graha–PT Reka Esti Utama, KSO.

Kontrak ditandatangani pada Kamis, 2 April 2026, dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender hingga Jumat, 27 November 2026.

Pasar Kroya dibangun di atas lahan seluas 13.978 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 14.904 meter persegi.

Gedung utama dirancang memiliki tiga lantai untuk menampung kios, los, kantor pengelola pasar, dan area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lantai pertama dirancang menampung 100 kios dan 20 los kering untuk kebutuhan pokok, sayuran, ikan, dan daging.

Lantai kedua direncanakan memiliki 115 kios dan 23 los kering untuk pakaian, fesyen, kain, serta kebutuhan lainnya.

Sementara itu, lantai ketiga dirancang menampung 33 kios, 46 los kering, kantor pengelola pasar, serta area UMKM.(*)