KETIK, MALANG – Menjelang tahun ajaran baru, Universitas Negeri Malang (UM) telah menyiapkan sebanyak 4.545 kuota mahasiswa baru melalui jalur mandiri tahun 2026. Kuota ini dibuka untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia tersebut.
Kesiapan kuota jalur mandiri dengan beberapa macam seleksi menjadi bagian dari komitmen UM dalam menjaring generasi muda yang unggul, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan pendidikan tinggi saat ini. Selain itu, jalur mandiri diharapkan mampu mengakomodasi minat dan potensi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang secara lebih fleksibel.
Pada tahun penerimaan mahasiswa baru 2026, UM telah menyiapkan sebanyak 13.101 kuota maba. Dengan menganut peraturan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), kampus pendidikan ini menyiapkan 50 persen kuota pendaftaran jalur mandiri. Ini menjadi peluang baik bagi para siswa yang belum lolos pada jalur SNBP atau SNBT.
Dari data tersebut, UM telah menambah kuota pada mahasiswa baru di tahun ini. Pada 2026, 13.101 kuota dari seluruh program studi. Sementara pada tahun 2025, kuota mahasiswa baru UM berjumlah sekitar 12.000 an. Hal ini menunjukkan bahwa UM telah meningkatkan segala fasilitas pendukung dalam pembelajaran hingga mampu menampung lebih banyak mahasiswa baru.
Dari tahun ke tahun, tercatat 4 program studi favorit di Universitas Negeri Malang (UM), yakni Psikologi, Kedokteran, Manajemen, dan Hukum. Dengan demikian, UM telah menjadi pandangan khusus bagi siswa yang memilih empat program studi tersebut.
Baca Juga:
Euforia Piala Dunia 2026 di Malang, Jersey Spanyol Paling DicariTak hanya itu, Direktur Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Evi Eliyanah, S.S., M.A., Ph.D., mengungkapkan jika saat ini masih tengah menunggu proses daftar ulang bagi siswa yang telah lolos di jalur SNBT dan nantinya akan ada penambahan kuota mahasiswa baru jalur mandiri jika ada mahasiswa yang telah lolos jalur SNBT namun tidak melakukan registrasi ulang atau tidak mengambil UM.
"Biasanya begitu, jadi digeser. SNBP, SNBP tidak terpenuhi, kemudian ke SNBT, SNBT tidak terpenuhi, akan digeser di mandiri. Pokoknya kan dibunci 13.101," ujar Prof. Evi.
Dalam pendaftaran jalur mandiri, UM telah menyiapkan 9 macam seleksi yang bisa dipilih oleh calon mahasiswa, yakni Seleksi Mandiri Jalur Prestasi, Jalur Leadership, Jalur Skor UTBK-SNBT, Jalur Tes Masuk Berbasis Komputer (TMBK), Jalur Kemitraan, Jalur Kemitraan Mitra Asuh (TMBK), Jalur Kemitraan Institusi, Jalur Kelas Internasional, dan Jalur BAPRES PPMI.
"Semoga hasil mandiri bisa menentukan arah berikutnya, soalnya kan kalau misalnya ada yang belum registrasi, ini haknya orang lain, jadi bisa dialokasikan ke teman-teman lain. Semakin UM semakin dikenal, dan masyarakat semakin percaya pada UM. Kalau masyarakat semakin percaya pada UM, berarti nanti kalau sudah tertarik UM, pasti registrasi," tutur Prof. Evi penuh harapan.(*)