Pelita Air Terbang Perdana Gunakan Bahan Bakar Minyak Jelantah

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

21 Agt 2025 09:16

Thumbnail Pelita Air Terbang Perdana Gunakan Bahan Bakar Minyak Jelantah
Pertamina resmi melakukan penerbangan perdana Pertamina sustainable aviation fuel (SAF) dengan maskapai Pelita Air melalui rute penerbangan Jakarta-Bali di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pada Rabu (20/8/2025). (Foto: Dok. Humas Pertamina)

KETIK, JAKARTA – Maskapai penerbangan nasional Pelita Air, anak usaha PT Pertamina (Persero) melakukan penerbangan perdana sustainable aviation fuel (SAF) berbahan baku used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah, Rabu (20/8/2025). Penerbangan itu dilakukan dengan rute Jakarta–Bali dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Pertamina SAF diproduksi di Kilang Pertamina RU IV Cilacap dan menjadi pengembangan pertama di Indonesia yang memenuhi standar internasional DefStan 91-091.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, Pertamina SAF merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mewujudkan kemandirian energi sekaligus mendukung transisi energi hijau.

“Pertamina SAF merupakan bahan bakar pesawat berkelanjutan yang dihasilkan melalui teknologi co-processing antara kerosene dan minyak jelantah,” ujar Simon dalam siaran persnya, Rabu (20/8/2025)

Baca Juga:
Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

Bersertifikat ISCC dan RED EU

Simon mengatakan produk tersebut telah mengantongi sertifikat International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) sesuai standar Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).

“Sertifikasi ini didapat sejak tahap pengumpulan minyak jelantah, fasilitas produksi di kilang, hingga transportasi dan distribusi SAF,” jelasnya.

Selain ISCC, Simon menambahkan, Pertamina SAF juga tersertifikasi oleh Renewable Energy Directive European Union (RED EU).

Baca Juga:
Pertamina Tutup Satgas Rafi, Konsumsi BBM Jatim Naik 19 persen dan LPG 6,2 Persen Selama Arus Mudik hingga Balik Lebaran

“Seluruh sertifikasi yang diperoleh membuktikan bahwa rantai pasok SAF Pertamina memenuhi standar keberlanjutan global, sehingga bisa digunakan untuk penerbangan internasional,” tegasnya.

Tonggak Pengembangan Bisnis Pertamina

Simon menyebutkan, Pertamina SAF menandai tonggak awal pengembangan bisnis masa depan Pertamina, dan Indonesia. 

“Pertamina sebagai Regional Champion SAF merupakan satu-satunya perusahaan yang mampu menciptakan ekosistem hulu-hilir SAF di kawasan Asia Tenggara (ASEAN),” katanya. 

Pertamina juga mampu memproduksi SAF berbahan baku UCO dengan katalis Merah Putih, yang merupakan hasil formulasi Pertamina dengan manufaktur katalis domestik. 

Selain itu, Pertamina berhasil menginisiasi dan menjajaki seluruh ekosistem SAF tersertifikasi ISCC dari hulu ke hilir. 

Simon menyebutkan, implementasi yang sudah terlaksana dengan baik itu akan direplikasi di fasilitas co-processing RU II Dumai dan RU VI Balongan. 

“Dari sisi supply bahan baku, melalui PT Pertamina Patra Niaga, keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan UCO atau minyak jelantah akan terus ditingkatkan,” ujarnya. 

Simon berharap, kegiatan tersebut mampu membuka peluang ekonomi sirkuler di tingkat lokal yang menopang energi Indonesia. 

“Sementara itu, dari sisi pasar, penggunaan Pertamina SAF akan terus didorong penggunaannya terutama oleh Pelita Air dan penerbangan internasional,” paparnya.

Pengumpulan Jelantah dari Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan stakeholder yang telah mendukung penggunaan Pertamina SAF, termasuk masyarakat yang aktif menyumbangkan minyak jelantah.

“Saya apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut dalam proses terjadinya SAF, mulai dari Pertamina Patra Niaga yang bersatu dengan masyarakat secara aktif dalam memberikan minyak jelantah,” katanya.

Adapun pengumpulan minyak jelantah didapatkan dari rumah, restoran, hingga kafe untuk diolah Kilang Pertamina, kemudian dijual Pertamina Patra Niaga. Kini, minyak jelantah ini digunakan Pelita Air. 

“Semoga SAF ini bisa juga digunakan oleh maskapai lain baik domestik, maupun internasional,” ucap Iriawan. 

Acara peluncuran penerbangan perdana SAF turut dihadiri perwakilan instansi pemerintah dan jajaran Pertamina Group, di antaranya Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia AM Putranto, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana.

Hadir pula Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Odo RM Manuhutu, Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara RI Yuli Harsono, dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Lukman F. Laisa.

Dari Pertamina Group, hadir Senior Director of Oil, Gas, and Petrochemical PT Danantara Asset Management (Persero) Wiko Migantoro, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara, jajaran Direksi Pertamina, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Taufik Aditiyawarman, dan Direktur Utama PT Pelita Air Service Dendy Kurniawan.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). 

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (*)

Baca Sebelumnya

Polrestabes Surabaya Tangkap Komplotan Copet Asal Malang, Gasak 15 Handphone di Pesta Rakyat Grahadi

Baca Selanjutnya

Ini Rekomendasi Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi untuk Kontrak Baru TPST Bantargebang

Tags:

Pertamina Pelita Air Minyak Jelantah

Berita lainnya oleh M. Rifat

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Astra Honda Kumpulkan Dua Podium di ARRC 2026 Seri Perdana Sepang

13 April 2026 02:02

Astra Honda Kumpulkan Dua Podium di ARRC 2026 Seri Perdana Sepang

Adenanta Langsung Curi Perhatian di Race Perdananya di Kelas ASB1000 ARRC Sepang

13 April 2026 01:01

Adenanta Langsung Curi Perhatian di Race Perdananya di Kelas ASB1000 ARRC Sepang

Timnas Futsal Indonesia Takluk dari Thailand di Final Piala AFF Futsal 2026, Harus Puas Raih Runner-Up

13 April 2026 00:16

Timnas Futsal Indonesia Takluk dari Thailand di Final Piala AFF Futsal 2026, Harus Puas Raih Runner-Up

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar