KETIK, MALANG – Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), Wahidyanti Rahayu H berhasil mengimplementasikan konsep restorative environment di SDN Tulusrejo 3 Kota Malang. Penerapan konsep tersebut sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kesehatan mental anak-anak sekolah.
Bersama Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unitri, Wahid merancang penataan ruang terbuka di SDN Tulusrejo 3. Konsep restorative environment lebih menekankan kombinasi elemen alam dan lingkungan yang nyaman agar dapat memulihkan kondisi emosional dan konsentrasi belajar siswa pun meningkat.
Hal tersebut selaras dengan tema utama PKM yang diusung "Upaya Promotif Mental Health Siswa melalui Penataan Ruang Terbuka Berbasis Restorative Environment di Lingkungan Sekolah". Adapun anggota Tim PKM Unitri terdiri dari beberapa dosen, yakni Nurul Aisyiyah Puspitarini, dan Flourentina Dwiindah Pusparini.
“Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Melalui penataan ruang terbuka berbasis restorative environment, kami berharap siswa memiliki ruang yang dapat membantu mereka merasa lebih nyaman, rileks, dan siap mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya, Selasa 16 Juni 2026.
Sebelum mengimplementasikan konsep restorative environment, tim terlebih dahulu observasi untuk mengidentifikasi kondisi ruang terbuka di sekolah. Kebutuhan siswa dan guru pun tak luput menjadi perhatian.
Baca Juga:
Lawan Bullying di Sekolah, Universitas Terbuka dan Universitas Negeri Malang Ciptakan Buku Cerita untuk Siswa SDN Sukoharjo 1 Malang"Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ruang terbuka sekolah masih belum tertata secara optimal dan belum dimanfaatkan sebagai sarana pendukung kesehatan mental siswa," lanjutnya.
Guru dan siswa pun dilibatkan dalam menata ruang terbuka sekolah. Ruang terbuka ditata lebih terstruktur dengan memperhatikan elemen pendukung seperti tanaman hijau dan area teduh agar suasana lebih asri.
"Kita melibatkan siswa agar tumbuh rasa memiliki terhadap ruang terbuka di sekolah. Kepedulian terhadap lingkungan sekolah juga diharapkan bisa muncul," katanya.
Baca Juga:
Asah Kreativitas Digital, DPM Unitri Fasilitasi Pelatihan Desain Grafis Mahasiswa MalangTim PKM Unitri juga memberikan sosialisasi terkait pentingnya kesehatan mental kepada siswa dan guru. Salah satu yang ditekankan ialah lingkungan fisik yang sehat dan nyaman dapat berkontribusi dalam mengurangi stres, meningkatkan fokus belajar, serta mendukung perkembangan emosional anak.
"Melalui pengabdian ini kami tak hanya mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi tapi juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu kehidupan sehat dan kesejahteraan (Good Health and Well-being)," tegasnya. (*)