Pedagang Keluhkan Kenaikan Lelang Lapak Pasar Talu Pasaman Barat

Jurnalis: Wawan Saputra
Editor: Muhammad Faizin

20 Feb 2026 12:50

Thumbnail Pedagang Keluhkan Kenaikan Lelang Lapak Pasar Talu Pasaman Barat
Suasana di Pasar Talu Pasaman Barat. (Foto: Wawan/ Ketik.com)

KETIK, PASAMAN BARAT – Sejumlah warga Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar mengeluhkan mahalnya harga lelang lapak di Pasar Talu. Kenaikan tarif yang dinilai drastis itu memicu protes dari pedagang kecil yang merasa terbebani.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial pada Kamis 19 Februari 2026, tarif lelang tahunan disebut dipatok Rp375 ribu per 2 meter. Pedagang kain mengaku keberatan karena ukuran tersebut dinilai tidak cukup untuk menggelar dagangan seperti biasanya.

“Pedagang kain tidak mungkin bisa menggelar dagangannya dengan tempat 2 meter. Kalau memakai tempat seperti biasanya, tinggal dikalikan saja berapa meter yang terpakai. Kenaikan lelang sampai 300 persen. Jangan mempersulit pedagang kecil, Pak,” tulis salah satu pedagang, Randy Gio Syahputra melalui akun media sosialnya. 

Keluhan serupa juga disampaikan akun Facebook Idra Mahendra. Ia mempertanyakan kebijakan kenaikan lelang yang disebut-sebut baru tahun ini melonjak tajam.

Baca Juga:
25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

“Mereka bilang silakan kalau tidak puas tanya langsung ke kantor wali perihal lelang lapak hitungan Rp375 per meter. Luar biasa, baru tahun ini lelang di Pasar Talu naik drastis. Halo Pak Wali, bagaimana tanggapannya,” tulisnya.

Dari informasi yang beredar, tarif sebelumnya disebut Rp250 ribu per lapak dan kini naik menjadi Rp750 ribu per lapak. Pedagang juga menyebut kenaikan tersebut belum termasuk karcis pasar sebesar Rp5 ribu per minggu.

Isu ini turut menyeret nama Wali Nagari Sinuruik, Frianton, yang disebut-sebut memberikan instruksi terkait pendataan dan penetapan tarif lelang.

Sayangnya saat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut, Wali Nagari Sinuruik, Frianton, belum memberikan keterangan.

Baca Juga:
Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

Para pedagang berharap pemerintah nagari dapat memberikan penjelasan terbuka serta meninjau kembali kebijakan tersebut agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.(*)

Baca Sebelumnya

UGM Teliti Logam Tanah Jarang Sejak 2008, Tantangan Terbesar Ada pada Teknologi Ekstraksi

Baca Selanjutnya

Satu-satunya di Kemendiksaintek, FTAB UB Pertahankan Predikat WBBM 5 Tahun Berturut-turut

Tags:

Wali Nagari Sinuruik Frianton Pasar Talu Pasaman Barat

Berita lainnya oleh Wawan Saputra

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

7 April 2026 13:20

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

1 April 2026 09:49

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

29 Maret 2026 17:29

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

27 Maret 2026 18:21

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

24 Maret 2026 14:49

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

19 Maret 2026 22:40

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar