KETIK, TRENGGALEK – PDIP Trenggalek bergerak cepat untuk menuntaskan tahapan proses pembaharuan pengurus di tingkat desa dan tingkat dusun. Salah satunya dengan menggelar rapat konsolidasi dan pendidikan politik di Kantor DPC setempat, Senin 23 Juli 2026.
"Hari ini kita melaksanakan rapat konsolidasi juga pendidikan politik untuk persiapan musyawarah ranting dan anak ranting ranting," kata Doding Rahmadi, Sekretaris PDIP Trenggalek.
Doding sapaan dia menuturkan, dalam struktur kepengurusan ranting-ranting itu ada di tingkat desa, sedangkan anak ranting itu struktur di tingkat dusun.
"Jadi konsolidasi kita sudah masuk ke tahapan proses memperbarui pengurus di tingkat desa dan tingkat dusun," ujarnya.
Ia menyebut, salah satu dasar pembaruan pengurus tersebut berdasarkan putusan MK, yang harus memasukkan 30 persen perempuan.
Baca Juga:
PKB Trenggalek Kick Off Kepengurusan Baru, Targetkan Menang pada Pemilu 2029Selain itu gen z kita ada 30 persen juga mulai di tingkatan DPC, PAC tingkatan ranting dan anak ranting kita kasih 30 persen. Pun demikian dengan pengurus dusun kita buat 30 persen pengurus perempuan.
"Kita harus mengikuti dan mematuhi aturan dari pemerintah. Kalau di tingkat kabupaten dan kecamatan sudah klir, minimal 30 persen ada yang sampai 40 persen hingga 50 persen, ini akan kita terapkan juga sampai ke tingkat desa sampai dusun," ungkapnya.
Ia menegaskan, ini merupakan bentuk kewajiban kita sebagai partai politik yang memiliki susunan pengurus sesuai regulasi yang berlaku. Pengurus nya mulai dari tingkatan pusat sampai dusun atau hingga akar rumput.
"Insyaalloh Juli mendatang sudah kelar," tandasnya.
Baca Juga:
Momen Bahagia 30 Anak Yatim-Dhuafa Trenggalek saat Diajak YBM-Srikandi PLN Belanja Alat SekolahOrang nomor satu di DRPD Kabupaten Trenggalek itu menyampaikan, jumlah pengurus di tingakat ranting ada sekitar 1099 orang. Kemudian di tingkat anak ranting ada 942 orang.
Unsur unsur yang harus ditetapkan oleh pengurus ranting dan anak ranting itu ada perempuan 40 persen dan milenial 30 persen. Keterlibatan perempuan 30 persen kan untuk kesetaraan gender. Kita berusaha untuk menstarakan
"Ya kalau bisa 50 banding 50. Kalau kita ngomong untuk gender itu sudah menjadi kewajiban kita dari dulu, ketua kita saja perempuan. Jadi tidak masalah," tutupnya. (*)