KETIK, SURABAYA – Pasar Tembok Dukuh Kota Surabaya dilakukan revitalisasi untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan aktivitas perdagangan.

Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan, jumlah stan di pasar tersebut kini ditingkatkan dari sekitar 135 menjadi 189 stan.

Penambahan ini ditujukan untuk menampung pedagang yang sebelumnya berjualan di luar area pasar.

“Dengan penambahan stan ini, pedagang yang sebelumnya berada di luar bisa masuk ke dalam sehingga pasar lebih tertata,” ujar Eri saat meninjau lokasi, Selasa, 28 April 2026.

Revitalisasi tidak hanya berfokus pada penambahan kapasitas, tetapi juga pembenahan infrastruktur.

Baca Juga:
Derbi Jatim, Persebaya Hajar Arema FC 4-0 di Stadion I Wayan Dipta

Pemkot memperbaiki atap untuk mendukung pencahayaan alami serta meningkatkan sirkulasi udara agar kondisi pasar lebih terang dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, penataan dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan sesuai regulasi yang berlaku, termasuk jenis barang yang diperjualbelikan di pasar rakyat.

“Semua harus sesuai aturan, termasuk jenis barang yang boleh dijual di pasar,” katanya.

Eri menambahkan, proyek revitalisasi ditargetkan rampung pada pertengahan Mei 2026. Setelah itu, pengelolaan kebersihan akan diperkuat melalui penugasan khusus petugas kebersihan yang dibiayai oleh PD Pasar.

Baca Juga:
Sinergi Al Yasmin dan UPN “Veteran” Jatim, Kolaborasi Bangun Generasi Digipreneur Berdaya Saing Global

Ke depan, setiap pasar di Surabaya juga akan menerapkan standar operasional prosedur kebersihan, mulai dari pembersihan area setelah aktivitas perdagangan hingga pengelolaan limbah.

“Harapannya pasar bisa tetap bersih dan nyaman secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Penataan ini juga diarahkan untuk mengurangi praktik pasar tumpah yang kerap mengganggu lalu lintas di sekitar lokasi.

Pada tahun 2026, Pemkot Surabaya menargetkan sekitar 15 pasar direvitalisasi secara bertahap.(*)