Pakar Unair Sebut Premanisme Muncul Akibat Kurangnya Lapangan Pekerjaan

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Aziz Mahrizal

18 Mei 2025 21:20

Thumbnail Pakar Unair Sebut Premanisme Muncul Akibat Kurangnya Lapangan Pekerjaan
Pakar Politik Unair Dr. Aribowo. (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Tantangan dunia usaha bukan hanya perihal perekonomian saja, namun tindakan premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas) juga menimbulkan kekhawatiran.

Banyak pelaku usaha yang cemas, khawatir dipalak oleh tindakan premanisme ormas ini.

Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Dr. Aribowo, Drs., MS. menjelaskan bahwa banyak faktor yang menjadikan ormas yang kental dengan premanisme muncul. Terutama akibat minimnya lapangan pekerjaan.

Ormas kerap hadir di sektor-sektor informal, bahkan ilegal. Misalnya mereka sering ditemui meminta pungutan liar ke UMKM hingga perusahaan.

Baca Juga:
Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

“Jadi ini masyarakat tidak diberikan pekerjaan oleh negara, tetapi negara juga tidak mampu memberikan fasilitas dan tidak punya kreativitas,” ujarnya.

Ia mencontohkan banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar. Hal ini menyebabkan ketidakteraturan lalu lintas dan mengganggu estetika. Alhasil mereka yang berada di kelas ekonomi bawah akan selalu dianggap mengotori oleh kelas ekonomi menengah ke atas.

Hal ini seharusnya menjadi perhatian negara. Pengelolaan sumber ekonomi sudah sepatutnya menggandeng masyarakat, sehingga menciptakan sirkulasi ekonomi yang merata.

Peningkatan keterampilan dan pendidikan masyarakat serta peluang pekerjaan diperlukan agar masyarakat tidak lantas memasuki sektor pekerjaan yang melanggar hukum.

Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Dulu santer dikenal penembakan misterius (Petrus) sebagai cara untuk menumpas kelompok yang dinilai mengganggu keamanan. Namun, praktik tersebut jelas melanggar HAM dan tidak dapat dibenarkan untuk diterapkan kembali.

Dalam hal ini, Ari optimistis negara dapat menumpas ormas-ormas yang meresahkan tanpa menggunakan cara koersif seperti Petrus.

“Negara itu punya kekuasaan, punya kekuatan, punya peralatan. Jadi mereka bisa lakukan apa saja kepada masyarakat, termasuk ormas itu,” ungkap Ari.

Namun, di sisi lain, Ari berpendapat bahwa ormas juga tidak mudah untuk dihilangkan sepenuhnya. Terutama jika ormas masih memiliki kedekatan dengan elite politik, yang menjadi rahasia umum bahwa mereka 'memelihara' ormas-ormas yang meresahkan tersebut.

Dalam hal ini, masyarakat harus kritis terhadap kehadiran ormas. Tidak hanya kepada ormas, namun juga kepada negara yang secara tidak langsung ‘menyuburkan’ dengan bersikap tidak serius dalam menumpas ormas nakal.

“Supaya masyarakat tidak memberi keleluasaan kepada ormas yang nyata-nyata melanggar hukum,” pungkas Ari. (*)

Baca Sebelumnya

Hadirkan Tren Fashion Muslim Modern dan Classy, Nobby Resmi Buka Store ke-123 di Tulungagung

Baca Selanjutnya

Job Fair 2025 Kediri Tawarkan 2.189 Lowongan Kerja, Ada Peluang Magang ke Jepang

Tags:

Premanisme Pakar Unair premanisme Ormas premanisme berkedok ormas Universitas Airlangga

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar