Pakar Al-Azhar Kairo Bedah Historiografi Qira’at di Pesantren Nurul Jadid

Jurnalis: Ponirin
Editor: Rahmat Rifadin

30 Jan 2026 11:15

Thumbnail Pakar Al-Azhar Kairo Bedah Historiografi Qira’at di Pesantren Nurul Jadid
Syekh Dr. Muhammad Dasuqi Amin Kahilah di PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo (Foto:Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menghadirkan nuansa ilmiah internasional dalam Daurah Al-Qur’an bersama ulama terkemuka asal Mesir, Syekh Dr. Muhammad Dasuqi Amin Kahilah, Jumat (30/01/2026).

Dalam forum tersebut, pakar dari Universitas Al-Azhar Kairo ini membedah secara mendalam sejarah dan urgensi ilmu Qira’at sebagai penjaga orisinalitas wahyu.

Syekh Dasuqi menjelaskan bahwa keberagaman bacaan Al-Qur’an (Qira’at) merupakan bentuk kemudahan (taysir) yang diberikan Allah bagi umat Islam. Ia menganalogikan keragaman dialek di Jazirah Arab kala itu dengan kemajemukan bahasa di Indonesia.

“Al-Qur’an tidak hanya turun dengan dialek Quraisy, melainkan dengan bahasa Arab yang luas. Sebagaimana Indonesia yang memiliki beragam dialek suku namun disatukan satu bahasa, Al-Qur’an pun mengakomodasi berbagai lahjah Arab agar mudah dipelajari,” ujar Syekh Dasuqi di hadapan ratusan santri dan pengurus di Aula I PP Nurul Jadid.

Baca Juga:
Abdul Hamid Wahid: Torasera Nurja Berkah Wujud Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Unzilal Qur’an ‘ala sab’ati ahruf” (Al-Qur’an diturunkan dalam tujuh ragam bacaan), Syekh Dasuqi menekankan bahwa perbedaan qira’at bukanlah pertentangan, melainkan kekayaan makna. Beliau mencontohkan variasi bacaan seperti majraha dan majreha sebagai bukti fleksibilitas yang tetap terjaga akurasinya.

Lebih lanjut, ia membandingkan Al-Qur’an dengan kitab-kitab terdahulu. Berbeda dengan Taurat yang diturunkan dalam bentuk tulisan pada papan, Al-Qur’an turun dan dijaga melalui hafalan (shudur).

Inilah yang disebut sebagai I’jazul Qur’an (kemukjizatan Al-Qur’an), di mana kemurniannya tetap utuh tanpa penambahan atau pengurangan meski telah melewati berbagai upaya pengingkaran sejak zaman Musailimah al-Kadzdzab hingga era modern.

Dalam tinjauan sejarah, Syekh Dasuqi mengisahkan kebijakan Khalifah Utsman bin Affan yang melakukan kodifikasi Al-Qur’an ke dalam enam hingga tujuh mushaf untuk dikirim ke berbagai wilayah seperti Makkah, Kufah, Yaman, hingga Syam.

Baca Juga:
Diresmikan Menteri Koperasi RI, Exit Tol Paiton Kini Punya Torasera Pesantren Nurul Jadid

“Sayyidina Utsman tidak hanya mengirim mushaf, tetapi juga mengutus guru-guru ahli. Tujuannya agar umat tidak membaca Al-Qur’an sesuai kemauan sendiri, melainkan berdasarkan sanad yang bersumber langsung dari Rasulullah SAW,” tegasnya.

Terkait kehadiran ulama Al-Azhar di Indonesia, Syekh Dasuqi menyebut hal ini sebagai langkah strategis negara untuk membendung pemikiran ekstrem dan sesat. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber keilmuan yang otoritatif dan moderat (wasathiyah) yang selama ini dijaga oleh institusi seperti Al-Azhar.

Pondok Pesantren Nurul Jadid berharap para santri dapat memperkuat literasi Al-Qur’an mereka, tidak hanya dari sisi kelancaran membaca, tetapi juga pemahaman sejarah dan metodologi keilmuan yang menyertainya. (*)

Baca Sebelumnya

SMPN 1 Kepanjen Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026

Baca Selanjutnya

Pemkab Halsel Temui BI, Dorong Ekonomi Digital dan Kendali Harga

Tags:

Ilmu Qiraat Pesantren Nurul Jadid Syekh Dasuqi Kahilah

Berita lainnya oleh Ponirin

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

29 Maret 2026 21:08

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

29 Maret 2026 20:31

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

29 Maret 2026 19:21

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

Abu Bakar Rohim Tegaskan DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Diisi Generasi Muda yang Potensial

9 Maret 2026 19:21

Abu Bakar Rohim Tegaskan DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Diisi Generasi Muda yang Potensial

Gebrakan Gelora Tapal Kuda: Kabupaten Probolinggo Sukses Jadi Episentrum Konsolidasi Jawa Timur

9 Maret 2026 09:32

Gebrakan Gelora Tapal Kuda: Kabupaten Probolinggo Sukses Jadi Episentrum Konsolidasi Jawa Timur

Resmikan Kampung Kerren, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

6 Maret 2026 21:15

Resmikan Kampung Kerren, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar