KETIK, TULUNGAGUNG – Sinergi antara pemerintah daerah dan pelestarian budaya tradisional kembali terlihat kental di Kabupaten Tulungagung.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menghadiri malam puncak peringatan Bersih Desa Besuki yang ditandai dengan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di Balai Desa Besuki, Kecamatan Besuki, pada Sabtu malam 20 Juni 2026.

Rangkaian tradisi bersih desa ini berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut. Kemeriahan diawali pada Kamis, 18 Juni 2026 dengan penampilan musik Campursari dari grup lokal Besuki Laras. Memasuki hari kedua, Jumat, 19 Juni 2026, warga disuguhkan dengan pentas seni Jaranan.

Sebagai pemungkas acara, Balai Desa Besuki dipadati ribuan warga yang antusias menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Eko Prisdianto, berkolaborasi dengan pelawak papan atas Cak Percil CS.

Selain Plt. Bupati Ahmad Baharudin, acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, jajaran Forkopimcam Besuki yang meliputi Camat Besuki, Kapolsek, dan Danramil.

Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung Jadi Saksi Kemeriahan Fun Run Volume 2 SMA Katolik Tulungagung 2026

Hadir pula bertindak sebagai tuan rumah, Kepala Desa Besuki Suharto, beserta seluruh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat Besuki yang konsisten menjaga adat istiadat leluhur.

"Kegiatan bersih desa ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya berkah dan keselamatan bagi warga." ujar Ahmad Baharudin. 

"Melalui pagelaran wayang kulit ini, kita tidak hanya menumbuhkan perputaran ekonomi lokal, tetapi juga membentengi generasi muda dengan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa. Semoga Desa Besuki semakin makmur, aman, dan tenteram," ujar Ahmad Baharudin.

Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung Hadiri Peringati Tahun Baru Islam Dusun Bonsari Betak, Gelar Pengajian Umum dan Santunan Anak Yatim

Pada pagelaran malam ini, Ki Dalang Eko Prisdianto membawakan lakon bertajuk "Wahyu Asmoro Jati". Lakon ini mengisahkan tentang turunnya anugerah spiritual berupa keharmonisan, cinta kasih yang sejati (asmoro jati), dan ketenteraman batin yang diperebutkan oleh para ksatria.

Di dalam filosofi Jawa, "Wahyu Asmoro Jati" menjadi simbol turunnya berkah keselarasan hidup antara pemimpin dan rakyatnya. 

Kisah ini sengaja dipilih karena sangat relevan dengan semangat Bersih Desa Besuki, yakni membuang sengkala (kesialan) dan mendatangkan kedamaian serta kemakmuran bagi seluruh warga desa.

Suasana penonton yang semula khidmat menyimak wejangan bijak dari sang dalang seketika pecah dan semakin bertambah seru saat memasuki sesi Goro-Goro. 

Kehadiran bintang tamu Cak Percil cs sukses mengocok perut ribuan pasang mata yang memadati halaman Balai Desa Besuki. Dengan gaya guyonan khas dagelan Mataraman yang segar dan spontan, Cak Percil berkolaborasi apik dengan Ki Eko Prisdianto. 

Tidak jarang, Cak Percil melontarkan celotehan jenaka yang menyentil kehidupan sehari-hari, berinteraksi langsung dengan warga, hingga menyisipkan pesan-pesan pembangunan daerah dengan cara yang menggelitik. 

Tawa renyah penonton, termasuk Plt. Bupati dan para pejabat yang hadir, tak henti-hentinya terdengar di sepanjang sesi hiburan tersebut.(*)