KETIK, BLITAR – Keselamatan di jalan raya kembali menjadi perhatian Polres Blitar. Melalui Operasi Patuh Semeru 2026 yang dimulai Senin 26 Oktober 2026, kepolisian berupaya menekan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan di wilayah Kabupaten Blitar.
Operasi tersebut diawali dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Blitar. Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution memimpin langsung kegiatan yang menandai dimulainya operasi penertiban lalu lintas tersebut.
Selama operasi berlangsung, polisi tidak hanya mengandalkan penindakan. Edukasi kepada masyarakat dan langkah pencegahan juga menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakannya, Ardhy menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Sebab, pelanggaran di jalan raya bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga dapat berujung pada kecelakaan yang mengancam keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
“Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan,” menjadi tema yang diusung dalam Operasi Patuh Semeru tahun ini.
Baca Juga:
Kapolres Blitar Sambangi SLB Negeri Talun, Soroti Hak Setara Anak Berkebutuhan KhususPendekatan yang diterapkan dalam operasi tersebut dibagi menjadi tiga bagian. Kegiatan preemtif mendapat porsi 20 persen, preventif 50 persen, sedangkan represif atau penegakan hukum sebesar 30 persen.
Komposisi itu menempatkan pencegahan sebagai bagian terbesar dalam pelaksanaan operasi. Artinya, kepolisian berupaya membangun kesadaran pengendara sekaligus mencegah munculnya perilaku berkendara yang berisiko sebelum berujung pada kecelakaan.
Meski demikian, penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran tertentu. Petugas dapat menerapkan tilang manual terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Kapolres Blitar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aturan dasar berkendara. Penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta larangan melawan arus menjadi hal yang harus diperhatikan setiap kali berada di jalan raya.
Baca Juga:
Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Pengendara di Blitar Kota Perlu Waspadai Tilang ElektronikKesadaran tersebut dinilai penting karena keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi. Kepatuhan setiap pengendara turut menentukan risiko kecelakaan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, Polres Blitar berharap kedisiplinan masyarakat semakin meningkat dan potensi kecelakaan dapat ditekan. Sinergi antara kepolisian, pemangku kepentingan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menciptakan lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan.
Pada akhirnya, keberhasilan operasi bukan semata-mata diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, melainkan juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkendara dengan aman, bahkan ketika tidak ada petugas yang mengawasi.