Opak Gambir MHRS Kebanjiran Pesanan, Bertahan Sejak 2005 dari Produksi Rumahan

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: T. Rahmat

2 Mar 2026 19:43

Thumbnail Opak Gambir MHRS Kebanjiran Pesanan, Bertahan Sejak 2005 dari Produksi Rumahan
Opak Gambir MHRS milik Hartiningsih laris manis dipesan untuk Lebaran 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Momen Ramadan membawa berkah bagi Hartiningsih, salah satu pelaku UMKM di Kota Malang. Jajanan tradisional miliknya, yakni Opak Gambir MHRS kebanjiran pesanan untuk dijadikan hampers maupun buah tangan saat lebaran.

Hartiningsih memproduksi opak gambir seorang diri dengan dibantu oleh suaminya di kediamannya yang berada di gang sempit di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen. Sejak tahun 2005 hingga kini, ia berhasil mempertahankan usaha kecilnya dengan resep dan cita rasa khas yang menggugah selera.

Semula Hartiningsih merupakan pekerja di sebuah restoran dan memutuskan berhenti dari pekerjaannya usai melahirkan. Ia mencoba belajar membuat opak gambir kepada saudaranya dan meminjam peralatan memasak untuk ia praktikkan sendiri di rumah.

"Awal-awal memang enggak langsung sempurna bagus ya. Dari tahap demi tahap saya perbaiki rasa juga kegurihannya, pokoknya resepnya saya modifikasi sendiri akhirnya jadi bagus seperti ini," ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

Baca Juga:
40 Ribu UMKM Disorot DPRD Kota Malang, Pembinaan dan Sektor Pertanian Jadi Prioritas

Saat ini, Opak Gambir MHRS memiliki lima varian rasa, yakni original, wijen, jahe, keningar, dan cokelat. Untuk varian premium, proses pembuatannya lebih lama lantaran ukuran yang lebih kecil dengan detail motif yang diperhatikan. 

"Kalau yang premium itu lebih rumit juga lebih lama, karena kecil-kecil. Bisa makan waktu pembuatan dua hari satu resep, nanti menghasilkan dua kilo matang. Kalau yang biasa, besar-besar bisa satu hari sudah selesai. Kan lebih besar-besar bentuknya, itu lebih cepat selesai," ujarnya.

Hartiningsih telah memiliki pelanggan yang biasa memesan hingga 20 kilogram opak gambir premium untuk dijadikan hampers dan dikirim ke luar kota. Sampai saat ini Hartiningsih hanya menerima pesanan secara pre-order (PO). Harga opak gambir per kilogramnya dibanderol Rp110 ribu untuk varian original, dan Rp135 ribu varian premium.

"Di awal puasa ini sudah ada 15 orang yang pesan. Kami juga ada reseller jadi keuntungannya dibagi. Saya sekali produksi kalau yang standar kemasan besar ini 1/4 kilogram, berarti dua kilogram delapan bungkus," ujarnya.

Baca Juga:
Inflasi Kota Malang 0,34 Persen, Kenaikan Harga Komoditas Pangan Selama Lebaran jadi Pemicu

Meskipun dewasa ini banyak kue-kue modern, masih banyak masyarakat yang ingin menikmati opak gambir bikinannya. Kualitas yang dipertahankan dengan rasa dan cara pembuatan yang unik menjadi daya tarik jajanan tradisional ini.

"Rasanya beda kan lebih antep (mantap/berisi). Rasanya opak lain kadang ambyang (hambar/ringan), tidak terasa manisnya, gurihnya. Kalau ini antep rasanya karena saya jaga rasa kualitas," tuturnya.

Selama momen Ramadan dan Idulfitri, Hartiningsih akan menerima pesanan hingga H-7 lebaran. Opak gambir buatannya tersebut juga dapat tahan hingga 3 bulan dengan disimpan di toples kedap udara.

"Jadi kan saya ini mulai nyicil orderan yang sudah masuk-masuk itu. Nanti saya batasi, saya takutnya mengiyakan tapi tidak bisa melayani," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Gondola Pembersih Kaca Apartemen Surabaya Terombang-ambing Saat Hujan Angin, 1 Pekerja Jatuh Meninggal Dunia

Baca Selanjutnya

Sidang Penipuan Solar Industri Modus PO dan Klaim Direktur, Ilham Tertunduk Lesu di Kursi Pesakitan

Tags:

Opak Gambir MHRS Opak Gambir Hartiningsih umkm kota malang jajanan lebaran lebaran ramadan

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar