KETIK, BOGOR – Setelah berhasil mengembangkan lebih dari 30 varietas cabai unggul, peneliti IPB University, Prof Muhamad Syukur, kembali menghadirkan inovasi di sektor hortikultura. Kali ini, ia memperkenalkan dua varietas okra lokal, yakni Yalanda IPB dan Nabila IPB, yang tidak hanya unggul dari sisi budidaya, tetapi juga menawarkan manfaat kesehatan bagi masyarakat.
Kedua varietas tersebut telah resmi didaftarkan ke Kementerian Pertanian untuk memperoleh Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Menurut Prof Syukur, nama kedua varietas memiliki makna tersendiri.
"Nabila yang memiliki karakteristik warna polong hijau berasal dari bahasa Arab yang berarti mulia, terhormat, dan berbudi luhur. Sementara, Yalanda berasal dari Yolanda artinya bunga violet, warna ungu," jelasnya.
Selain memiliki produktivitas tinggi dan adaptif terhadap iklim tropis Indonesia, kedua varietas okra tersebut juga dikenal sebagai pangan fungsional atau superfood. Kandungan antioksidannya yang tinggi dinilai berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh.
Prof Syukur menjelaskan bahwa Yalanda IPB maupun Nabila IPB memiliki profil kapasitas antioksidan yang sangat baik. Berdasarkan hasil pengujian, konsumsi okra juga berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Baca Juga:
Pakar: Memaksa Sapi Membawa Muatan Berlebih Bisa Melanggar Hukum dan Terancam PidanaKarena itu, okra dinilai memiliki prospek sebagai salah satu komoditas pangan sehat yang semakin dibutuhkan masyarakat di tengah meningkatnya kesadaran terhadap pola hidup sehat.
Menurutnya, potensi pasar okra akan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan yang memiliki manfaat kesehatan. Dengan tren tersebut, permintaan terhadap okra diperkirakan juga akan terus meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional.
Di sisi lain, Prof Syukur juga menilai komoditas ini memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi petani. Selain produktivitasnya tinggi, okra memiliki peluang ekspor yang cukup besar, terutama ke Jepang, yang selama ini telah menjadi salah satu pasar potensial bagi petani di Jawa Timur.
"Pasarnya memang belum terlalu luas di Indonesia saat ini, tapi seiring berjalannya waktu, okra akan semakin dikenal luas. Peluang ekonominya sangat besar, apalagi jika bisa memasok kebutuhan ekspor ke Jepang. Saat ini, para petani di Jawa Timur sudah berhasil melakukan ekspor tersebut," pungkasnya.
Baca Juga:
Okra Lokal Berpeluang Besar Tembus Pasar Ekspor, Petani Bisa Raup Margin Lebih TinggiMeski demikian, keberhasilan budidaya okra tetap dipengaruhi oleh karakter varietas dan teknik panen yang tepat. Kedua varietas lokal ini diketahui memiliki masa berbunga dan panen yang relatif singkat sehingga memerlukan ketepatan waktu saat pemanenan agar kualitas polong tetap terjaga.
Selain itu, keunggulan lain Yalanda IPB dan Nabila IPB terletak pada statusnya sebagai varietas okra bersari bebas pertama yang dikembangkan di Indonesia. Karakter tersebut membuatnya lebih adaptif terhadap kondisi tropis basah, tahan terhadap hama lokal, sekaligus mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan banyak varietas introduksi.