KETIK, BANDUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peningkatan literasi keuangan perempuan sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Edukasi Keuangan bagi Perempuan dalam rangka Bulan Literasi Keuangan 2026 yang akan melibatkan ribuan kader Tim Penggerak PKK dari seluruh Indonesia.
OJK mencatat perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data yang disampaikan OJK, sekitar 64,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dikelola oleh perempuan. Di sisi lain, perempuan juga berperan sebagai pengelola utama keuangan rumah tangga, mulai dari perencanaan pengeluaran, tabungan hingga investasi keluarga.
Namun demikian, OJK menilai masih terdapat kesenjangan literasi keuangan antara laki-laki dan perempuan yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Kesenjangan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerentanan dalam pengelolaan keuangan masyarakat.
Karena itu, OJK bersama Tim Penggerak PKK akan menggelar kegiatan edukasi keuangan bertema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan akan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta, terdiri dari 1.000 peserta luring dan 1.000 peserta daring dari pengurus dan kader PKK provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia.
"Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan 2026 yang digelar melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan)," kata Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Mohammad Ismail Riyadi dalam keterangannya, Selasa 9 Juni 2026.
Baca Juga:
Kasus CSR BI-OJK Rp28,38 Miliar Mandek, Gugatan Praperadilan untuk KPK Segera DiajukanIsmail bilang program itu ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, kemampuan mengelola keuangan keluarga, serta mendorong perempuan menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.
Selain menghadirkan pelaku industri jasa keuangan dan perencana keuangan, kegiatan tersebut juga akan melibatkan tokoh perempuan inspiratif untuk berbagi pengalaman mengenai penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan perempuan.
Melalui kegiatan itu, OJK berharap semakin banyak perempuan yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, memahami manfaat dan risiko produk jasa keuangan, serta mampu memperkuat kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.(*)