Ofisial Persebaya Ungkap Penyerangan di Stadion Kanjuruhan

Jurnalis: S. Widodo
Editor: Rudi

15 Feb 2023 01:05

Thumbnail Ofisial Persebaya Ungkap Penyerangan di Stadion Kanjuruhan
Suasana sidang Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya. (Foto: Shinta/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Sejumlah ofisial Persebaya memberikan kesaksiannya dalam sidang lanjutan Tragedi Kanjuruhan Malang, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/2).

Mereka bersaksi untuk terdakwa mantan Danki 1 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, mantan Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, dan eks Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Salah satu saksi, manager Persebaya, Yahya Alkatiri menceritakan timnya sudah mendapatkan ancaman sejak melakukan pemanasan di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

"Ya 'Bonek jancuk dibunuh saja', saya mendengarnya bahkan saat pemanasan pemain," kata Yahya, saat bersaksi.

Baca Juga:
PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

Tak hanya itu, timnya juga sudah mendapatkan lemparan sejak saat tiupan peluit tanda pertandingan dimulai. Terutama yang berada di bangku cadangan.

"Sepanjang pertandingan lagu 'Bonek jancuk dibunuh saja' terus berkumandang. Pelemparan pada waktu bermain, diarahkan ke bench (bangku pemain) kami," katanya.

Mendekati akhir pertandingan Yahya mulai meminta pemainnya siap-siap menyelamatkan diri bila ada serangan.

Saat babak kedua berakhir, pemain masuk ke ruang ganti. Tiba-tiba mereka mendapatkan intruksi mereka harus keluar dari ruang itu menuju kendaraan taktis baraccuda dalam waktu lima menit saja.

Baca Juga:
Ledakan Bus Bonek di Tol Suradadi, Polres Tegal Evakuasi 4 Korban Luka

Seketika itu juga, Yahya mengaku sempat melongok, sejumlah suporter sudah mulai masuk ke lapangan.

"Saya lihat dari dalam ada suporter turun ke lapangan. Enggak lama, media officer ngasih waktu lima menit, cepat, karena suporter sudah turun, kondisi mencekam," ujarnya.

Selanjutnya, para pemain bersama ofisial Persebaya langsung masuk ke kendaraan baraccuda untuk dievakuasi. Namun, mereka terhambat selama satu jam lebih untuk keluar dari Stadion Kanjuruhan.

"Tersendat, kami masuk 22.08 WIB, jam 23.20 WIB-an rantis baru bisa jalan. Saya tanyakan, ini kenapa enggak jalan, terus katanya ada massa besar itu tadi," kata dia.

Sementara itu, saksi anggota ofisial Persebaya lainnya, Defi Harianto terpisah dari pemain dan ofisial Persebaya lainnya yang menaiki rantis. Ia pun mencari pertolongan, seorang aparat kemudian mengajaknya naik ke truk.

Setelah naik, ujian itu belum berakhir. Para suporter ternyata terus melempari truk yang dinaiki Defi bersama aparat lainnya. Mereka berusaha bertahan dari lemparan itu.

"Terkait lemparan saat mau bergerak, setelah satu jam baraccuda jalan. Truk kami dihadang massa, dilempari, bingung dilempari itu kami habis tameng tiga (untuk menghalau lemparan)," kata Defi.

Puncaknya, kata dia, seorang suporter melemparkan benda dengan kobaran api ke dalam truk tempat dia berada. Dia dan orang-orang lainnya lari menyelamatkan diri.

"Terakhir saya memutuskan untuk turun, karena ada api di dalam truk. Kemudian saya turun dan selanjutnya diamankan Brimob," ucapnya.

Anggota ofisial Persebaya lainnya, Rio Ardiles, bersaksi mendengar chant bernada ancaman bahkan ketika baru saja tiba di Stadion Kanjuruhan. Dan itu berlangsung sampai akhir pertandingan.

"Menjelang akhir pertandingan suporter semakin beringas. Saat datang sudah disambut dengan 'Bonek jancuk dibunuh saja'," kata Rio.

Rio meninggalkan Stadion Kanjuruhan dengan menaiki mobil patwal milik Polres Malang. Namun, kendaraan tersebut diserang suporter.

Dia pun berpindah ke truk yang sama dengan saksi Defi. Namun tak lama, kendaraan tersebut juga diserang suporter dengan lemparan.

"(Mendengar Brimob mengeluh) 'awak dewe iki disawati terus isok mati rek, tolong po'o tolong (kita kalau dilempari terus bisa mati)'," kata Rio.

Rio dan Defi akhirnya bisa diselamatkan ketika aparat kepolisian membawanya masuk kembali ke Stadion Kanjuruhan. Mereka pun keluar dari area tersebut ketika menjelang Subuh.(*)

Baca Sebelumnya

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung ESDM Jatim Berkonsep Co-Working Space 

Baca Selanjutnya

Muhadjir: Jokowi Dengar Rakyat Keberatan ONH Rp 69 Juta

Tags:

sidang kanjuruhan ofisel Bonek jancuk

Berita lainnya oleh S. Widodo

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

24 Juni 2023 21:02

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

23 Juni 2023 21:45

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

23 Juni 2023 13:42

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

22 Juni 2023 20:20

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

21 Juni 2023 21:35

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

21 Juni 2023 15:55

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar