Nusron Wahid: Sanad Keilmuan Fondasi Moral Kepemimpinan dan Kebijakan Publik

Editor: T. Rahmat

23 Feb 2026 23:13

Thumbnail Nusron Wahid: Sanad Keilmuan Fondasi Moral Kepemimpinan dan Kebijakan Publik
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menyampaikan ceramahnya di depan jemaah Kajian Tarawih di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI, Depok, Senin (23/2/2026). (Foto: Hamdan for Ketik)

KETIK, DEPOK – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menekankan pentingnya sanad keilmuan sebagai fondasi berpikir sekaligus etika kepemimpinan dalam merumuskan kebijakan publik. Pesan tersebut disampaikannya di hadapan alumni Universitas Indonesia dan jemaah Kajian Tarawih di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI, Depok, Senin (23/2/2026).

Menurut Nusron, dalam tradisi keilmuan Islam, sanad bukan sekadar rantai transmisi, melainkan penjamin otoritas dan validitas ilmu. Tanpa sanad, seseorang berpotensi menyampaikan pandangan secara serampangan tanpa dasar yang jelas.

“Ilmu itu harus ada sanadnya. Kalau tidak ada sanad, kita bisa tersesat. Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim mengatakan sanad adalah bagian dari ajaran agama. Tanpa sanad, orang cenderung ngawur, berbicara semaunya sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prinsip sanad dalam agama memiliki relevansi kuat dalam tata kelola pemerintahan. Jika dalam agama sanad menjadi penjaga kemurnian ajaran, maka dalam pemerintahan data, regulasi, serta kerangka hukum menjadi fondasi yang memastikan kebijakan tidak lahir dari persepsi pribadi yang dibungkus kewenangan.

Baca Juga:
ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah

“Keputusan publik harus punya pijakan normatif dan fakta yang bisa diuji. Tanpa itu, kebijakan berisiko kehilangan arah dan rasa keadilan,” tegasnya.

Lebih jauh, Nusron mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan semata persoalan teknis administratif, melainkan juga persoalan moral. Dalam diri setiap manusia, kata dia, selalu ada potensi merasa paling benar, mengikuti kepentingan pribadi, hingga menekan pihak yang lemah. Tanpa pengendalian moral, kekuasaan dapat melahirkan kebijakan yang menjauh dari keadilan sosial.

Dalam tausiyahnya, ia mengutip doa Rasulullah sebagai pengingat bagi para pemegang amanah publik. “Ya Allah, siapa yang menjadi pemimpin dan ketika memimpin ia mempersulit hidup orang lain, maka persulitlah hidupnya. Sebaliknya, siapa yang memimpin dan mempermudah urusan rakyatnya, maka mudahkanlah hidupnya,” ucap Nusron.

Dalam konteks tugasnya di Kementerian ATR/BPN, Nusron juga merujuk Surah Al-Hasyr ayat 7, “…kay la yakuna dulatan baina al-aghniya’i minkum”, yang bermakna agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya. Ia menegaskan, prinsip tersebut menjadi landasan moral dalam merumuskan kebijakan pertanahan dan tata ruang.

Baca Juga:
Nusron Wahid Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kata Nusron, kebijakan pertanahan diarahkan untuk memastikan distribusi sumber daya lebih adil dan tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak.

“Kebijakan seperti penataan dan penertiban Hak Guna Usaha (HGU), redistribusi tanah, dan penataan ruang ditujukan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi struktural serta memperluas manfaat sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana menambahkan, para ulama klasik telah lama menegaskan bahwa keberlangsungan suatu negara ditentukan oleh keadilannya, bukan oleh simbol atau identitas formal semata.

“Karena itu, inti kepemimpinan adalah memastikan keadilan benar-benar hadir dalam setiap kebijakan publik,” kata Menteri ATR/Kepala BPN.

Pada akhir penyampaiannya, Nusron mengajak alumni dan mahasiswa UI memaknai kepemimpinan sebagai tanggung jawab moral jangka panjang. Generasi muda, menurutnya, harus mampu memadukan kompetensi profesional dengan integritas etis agar kebijakan publik tidak hanya efektif secara teknokratis, tetapi juga berkeadilan sosial. (*)

Baca Sebelumnya

BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Bidik Pangsa Pasar Syariah

Baca Selanjutnya

Sidang Penarikan Avanza oleh TAF di PN Palembang, Saksi Sebut Ada Bujuk Rayu dari Leasing

Tags:

nusron wahid Menteri ATR/BPN Universitas Indonesia Depok

Berita lainnya oleh T. Rahmat

Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

13 April 2026 12:33

Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

6 April 2026 18:43

PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

6 April 2026 08:00

Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

Jamaluddin Idham, dari Ketua DPD PDI-I Aceh Kini Jadi Bendahara Umum MPTT-I

3 April 2026 19:13

Jamaluddin Idham, dari Ketua DPD PDI-I Aceh Kini Jadi Bendahara Umum MPTT-I

Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

2 April 2026 14:43

Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah

1 April 2026 22:27

ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar