KETIK, MALANG – Mahasiswa dan dosen Universitas Brawijaya (UB) berpeluang memperoleh akses lebih luas terhadap program beasiswa, studi lanjut, pertukaran mahasiswa, hingga kolaborasi riset internasional melalui kegiatan promosi akademik yang digelar National Pingtung University of Science and Technology (NPUST) Taiwan di Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai program studi di lingkungan FBiPK UB maupun luar kampus tersebut menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk mengenal berbagai peluang pendidikan dan penelitian di tingkat internasional, khususnya pada bidang agrokompleks.

Dalam kegiatan tersebut, NPUST menghadirkan empat akademisi yang memaparkan perkembangan riset dan peluang kolaborasi global di bidang keahlian masing-masing, yakni Prof. J.C. Leong di bidang pertanian berkelanjutan, Prof. Fang Jong-Yi Stella di bidang kultur jaringan, Dr. Wu Hsing-Chieh di bidang vaksin ternak, serta Prof. Yu-Hung Lin di bidang perikanan.

Melalui pemaparannya, Prof. J.C. Leong memperkenalkan berbagai program internasional yang tersedia di NPUST, mulai dari pertukaran mahasiswa, beasiswa studi lanjut, hingga peluang penelitian bersama yang berfokus pada pertanian berkelanjutan dan teknologi agroindustri.

“Kami sangat senang dapat berkunjung ke FBiPK UB dan berbagi informasi mengenai peluang pendidikan di NPUST Taiwan. Kami berharap semakin banyak mahasiswa dan dosen dari UB yang dapat bergabung dan berkolaborasi bersama kami di masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga:
Gagal SNBT Tak Lagi Jadi Akhir! UB Siapkan 9.139 Kursi Jalur Mandiri, Kuota Bisa Bertambah

Selain menjadi sarana promosi pendidikan, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi mengenai penguatan kerja sama akademik antara kedua institusi, termasuk pengembangan riset dan pertukaran sumber daya manusia di bidang agrokompleks.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FBiPK UB, Dr. Fuad, S.Pi., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas akses sivitas akademika terhadap peluang pendidikan dan jejaring internasional.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa maupun dosen untuk mengenal lebih dekat peluang studi lanjut internasional, khususnya di NPUST Taiwan. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak akses beasiswa, pertukaran akademik, dan kerja sama riset di bidang agrokompleks,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen UB tidak hanya memperoleh informasi mengenai peluang studi di Taiwan, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring akademik internasional yang dapat mendukung pengembangan kompetensi, riset, dan karier di masa depan.

Baca Juga:
Magang Berdampak, Mahasiswa UB Kediri Ikut Bongkar Muat Ikan di Prigi

Di sisi lain, NPUST berharap semakin banyak sivitas akademika UB yang memanfaatkan berbagai program internasional yang ditawarkan sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Taiwan. (*)