KETIK, MALANG – Sosok Ya'qud Ananda Gudban kembali muncul di hadapan publik setelah beberapa tahun menepi dari panggung politik. Ia hadir sebagai Staf Khusus (Stafsus) Fraksi Partai NasDem DPR RI dalam acara Kuliah Tamu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Senin, 11 Mei 2026.

Dalam agenda tersebut, perempuan yang akrab disapa Nanda Gudban ini mendampingi Ketua Fraksi Partai NasDem, Viktor Laiskodat, yang hadir sebagai narasumber utama.

Nanda Gudban bukanlah nama asing di Kota Malang. Pengusaha yang merambah dunia politik ini tercatat pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Malang pada tahun 2009 hingga 2017 dan sempat menjadi calon Wali Kota Malang pada tahun 2018. 

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang.  

Selama menjabat sebagai legislator, wanita kelahiran Kupang, 4 Agustus 1975 ini dikenal aktif turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan lokal.

Baca Juga:
Dari NTT ke Senayan, Kiprah Panjang Viktor Laiskodat di DPR RI

Tak hanya di politik, kiprahnya di dunia pendidikan pun cukup mentereng. Nanda pernah menjadi dosen tetap di Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Dosen Luar Biasa di Universitas Brawijaya, Senat di STIBA Malang hingga ketua jurusan Pariwisata Unmer Malang.

Nanda memiliki background pendidikan yang tinggi. Ia meraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya pada tahun 2018. Disertasinya yang berjudul "Analisis Hubungan Principal-Agent Dalam Proses Penyusunan APBD: Studi Fenomenologi" mengupas permasalahan pemerintah pada ususan penggunaan E-Budgeting.

Nanda pernah pernah tersandung persoalan hukum terkait kasus suap APBD Kota Malang tahun 2015 dan menyelesaikan masa penahanannya pada pertengahan 2022.

Setelah vakum beberapa tahun, Nanda kini memilih bernaung di bawah bendera Partai NasDem. Selain menjabat sebagai stafsus, ia juga berperan sebagai orator podcast pada kanal resmi NasDem DPR RI.

Baca Juga:
TPA Supit Urang Malang Tak Lagi Tampung Semua Jenis Sampah per Agustus 2026

Di sisi lain, dedikasinya pada dunia pendidikan tetap berlanjut dengan aktif mengajar di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. 

Langkah ini menandai sinyal kuat comeback Nanda Gudban. Ia tak sekadar kembali, tapi hadir dengan kapasitas baru yang memadukan ketajaman insting politik dan kedalaman ilmu akademik. (*)