KETIK, BATU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengingatkan masyarakat untuk mulai waspada terhadap ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, mengatakan pihaknya memetakan kesiapan wilayah menghadapi dampak musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
“Kami mengumpulkan berbagai masukan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana dan pemerintah desa terkait kesiapan menghadapi musim kemarau tahun ini, termasuk potensi risiko yang mungkin terjadi di masing-masing wilayah,” ungkapnya, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, salah satu perhatian utama BPBD saat musim kemarau adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan akibat aktivitas pembakaran saat kondisi cuaca kering.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun melakukan pembakaran sampah sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang meluas.
Baca Juga:
Angkutan Wisata Gratis Segera Hadir di Kota Batu, Wisatawan dan Warga Bisa Menikmati“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan ataupun sampah secara sembarangan. Saat musim kemarau, api sangat mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran besar,” jelasnya.
Selain ancaman kebakaran, BPBD juga mengantisipasi potensi kekurangan pasokan air bersih akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau berlangsung. Masyarakat diminta mulai menerapkan penghematan air dan menyiapkan cadangan air secara mandiri.
“Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang. Karena itu masyarakat perlu mulai menghemat penggunaan air dan menyiapkan tempat penampungan cadangan air sejak dini,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan Pemerintah Kota Batu melalui media sosial resmi, cuaca panas yang mulai terasa di Kota Batu dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya peralihan musim hujan menuju kemarau, berkurangnya tutupan awan, serta dampak fenomena El Nino.
Baca Juga:
Sempat Diwarnai Protes PKL, Proyek Preservasi Simpang Patih Kota Batu Segera DimulaiFenomena El Nino sendiri terjadi akibat meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Dampaknya antara lain penurunan curah hujan, meningkatnya suhu udara, risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, ancaman gagal panen, hingga gangguan kesehatan akibat cuaca panas dan dehidrasi.
BPBD Kota Batu pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi cuaca atau isu kebencanaan yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.(*)