Musim DBD, Berikut Cara Alami Kurangi Jentik Nyamuk di Kamar Mandi

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

10 Mar 2024 01:15

Thumbnail Musim DBD, Berikut Cara Alami Kurangi Jentik Nyamuk di Kamar Mandi
Ilustrasi jentik nyamuk. (Foto: Freepik)

KETIK, SURABAYA – Jentik nyamuk merupakan tahap awal dari siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Nyamuk Aedes aegypti bertanggung jawab untuk menyebarkan virus dengue kepada manusia.

Proses penularan dimulai ketika nyamuk betina yang terinfeksi menyuntikkan air liurnya ke dalam tubuh manusia saat menggigit untuk mencari darah sebagai sumber protein untuk berkembang biak.

Virus dengue yang terdapat dalam air liur nyamuk kemudian masuk ke dalam tubuh manusia dan mulai berkembang biak.

Jentik nyamuk, yang merupakan larva dari nyamuk Aedes aegypti, biasanya hidup di tempat-tempat yang kaya akan air, seperti genangan air di dalam rumah, bak mandi yang tidak tertutup, atau tempat-tempat penampungan air yang tidak tertutup.

Oleh karena itu, membasmi jentik nyamuk dan menghindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang bagi nyamuk adalah langkah penting untuk mencegah penularan DBD.

Terdapat beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai pemusnah jentik nyamuk dikutip dari beberapa sumber.

• Minyak Atsiri: Minyak esensial seperti minyak kayu putih, minyak cengkeh, minyak serai, dan minyak lavender dapat digunakan. Tetapi, perlu dicampur dengan air atau minyak pembawa lainnya sebelum digunakan di tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

• Cuka Sari Apel: Campurkan cuka sari apel dengan air dalam perbandingan 1:1 dan tuangkan ke tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

• Daun Sirih: Rebus daun sirih dan gunakan air rebusan untuk membasmi jentik nyamuk.

• Teh Celup Bekas: Air sisa dari celupan teh bisa menjadi larutan pemusnah jentik nyamuk yang efektif.

• Tepung Bubuk: Tepung jagung atau tepung beras dapat digunakan untuk menabur di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Tepung ini dapat menghambat pernapasan jentik nyamuk.

• Minyak Kelapa: Minyak kelapa mentah bisa dituangkan ke tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Lapisan minyak di atas air akan mencegah nyamuk bertelur dan menutup akses udara bagi larva nyamuk.

• Biji Pepaya: Biji pepaya yang telah dihaluskan dapat digunakan untuk membunuh jentik nyamuk dalam air. Campurkan biji pepaya yang telah dihaluskan ke dalam air, biarkan beberapa saat, lalu saring airnya sebelum dituangkan ke tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Penting untuk mengingat bahwa meskipun bahan-bahan alami ini efektif dalam membantu mengurangi populasi jentik nyamuk, tetapi mereka mungkin tidak sekuat atau secepat bahan kimia sintetis.

Oleh karena itu, konsistensi dalam penggunaan dan penerapan bahan-bahan alami ini diperlukan untuk hasil yang optimal. (*)

Baca Juga:
Waspada DBD, Wali Kota Batu Pimpin Gerakan PSN Serentak di Kelurahan Sisir
Baca Juga:
Waspada! Kasus DBD Meningkat, Direktur RSUD-TP Imbau Orang Tua Jaga Kesehatan Anak
Baca Sebelumnya

Sambut Bulan Suci Ramadan, Kemenkumham Sumsel Ikuti Acara Munggahan

Baca Selanjutnya

Gen Z Harus Tahu, Ini Segudang Manfaat Buah Gayam untuk Tubuh

Tags:

Jentik nyamuk bahan alami pemusnah jentuk nyamuk dbd Demam Berdarah Dengue Aedes aegypti

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar