KETIK, BOJONEGORO – Majelis Ulama Indonesia (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Bojonegoro menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Selasa, 12 Mei 2026 siang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara ulama dan pemerintah (umaro) dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendukung program pembangunan daerah.
Ketua MUI Kecamatan Dander, KH. Bardam Abd. Nasir, menegaskan pentingnya peran pengurus MUI sebagai mitra strategis pemerintah atau Shohibul Hukama sekaligus pelayan umat (Khadimul Ummah).
Ia menekankan agar seluruh jajaran MUI hingga tingkat ranting terus memperkuat koordinasi dengan unsur Forkopimcam.
“Kita harus selalu bersama-sama dengan Bapak Camat, Kapolsek, Danramil, serta KUA. Ini selalu bersama-sama dalam setiap acara kenegaraan,” ujarnya dalam sambutan yang disambut hangat peserta musyawarah.
Baca Juga:
Tak Mau Salah Sasaran, Pemkab Bojonegoro Benahi 23 Ribu Data Anomali DTKS di Kecamatan DanderSementara itu, Camat Dander, Teguh Wibowo, mengapresiasi peran MUI yang dinilai mampu menjaga kesejukan sosial di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, ia juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih menjadi perhatian di wilayahnya, seperti data kemiskinan (DTKS) dan tingginya angka pernikahan dini.
“Banyak pernikahan usia dini di Kecamatan Dander, ternyata kita nomor tiga. Ini menjadi kewajiban kita bersama, termasuk MUI melalui komisi pendidikan, untuk memberikan edukasi akhlak bagi para remaja agar generasi ke depan lebih baik,” terang Teguh.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur, menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak hanya sebatas sosial kemasyarakatan, tetapi juga menyangkut ideologi dan ekonomi umat.
Baca Juga:
Pemkab Bojonegoro, BPJS Kesehatan dan Kodim 0813 Sinergi, Luncurkan Desa Sehat JKN dan Penguatan KDMP“Tantangan kita ke depan adalah ideologi. MUI harus membentengi umat dari paham radikalisme. Selain itu, masalah ekonomi umat juga penting agar masyarakat tidak terjebak praktik rentenir atau pinjaman online yang menjerat,” tegasnya.
Kegiatan musyawarah tersebut turut dihadiri berbagai unsur organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah, yang diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah serta kolaborasi dalam pembangunan sosial keagamaan di Bojonegoro.(*)