KETIK, TUBAN – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tuban Aditya Halindra Faridzky menghadiri Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI Partai Golkar Kecamatan Bangilan. Acara berlangsung di halaman rumah kader sekaligus anggota DPRD Dapil IV Endang Dwi Yuni P, Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Sabtu 25 April 2026.

Dalam sambutannya, Aditya Halindra yang akrab disapa Mas Lindra menegaskan Muscam menjadi momentum penting untuk evaluasi kinerja sekaligus menata kembali struktur kepengurusan di tingkat kecamatan. Tujuannya agar mesin partai lebih produktif dan solid menghadapi agenda politik ke depan.

Mas Lindra juga menyoroti capaian partai Golkar di Pemilu 2024, khususnya Dapil IV Tuban mencakup Bangilan, Kenduruan, Senori, Singgahan dan Parengan. Adanya peningkatan suara melesat dari perolehan 1 kursi tahun 2019 menjadi 3 kursi di 2024 lalu.

"Saya sangat terkejut Pemilu 2024 lalu, di Dapil IV bisa memperoleh 3 kursi,” ujarnya. Menurutnya, hasil itu jadi modal sekaligus tantangan Pimcam Bangilan terpilih untuk meningkatkan kinerja partai. Karena itu, Mas Lindra menekankan pentingnya menjaga kekompakan internal menuju 2029.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para kader dan pendahulu partai Golkar khususnya, dibawah kepemimpinan ibunya Heany Relawati Rini Widyastuti dan almarhum Haji Ali Hasan yang telah berkontribusi membesarkan partai Golkar di Tuban. Serta membawa tagline ikonik "Bangun Deso Ngoto Khuto" hingga terkenang sampai masa kepemimpinannya.

Baca Juga:
Bupati Bandung Apresiasi PMII, Berantas Narkoba Harus Jadi Gerakan Bersama

"Bangun Deso Ngoto Khuto ini punya harapan yang cukup luas bagi masyarakat Tuban," sambungnya

Sehingga, kepada pimpinan kecamatan terpilih, pengurus, dan kader Golkar Bangilan, Mas Lindra berpesan agar lebih dekat dengan masyarakat dan aktif menyelesaikan persoalan di akar rumput. Utamanya, pengurus Golkar wajib mendukung para kepala desa yang saat ini menjabat. Dukungan itu dinilai penting mengingat keterbatasan anggaran dana desa dari pemerintah pusat yang membuat roda pemerintahan desa butuh support. “Kalau dulu desa-desa di Tuban mendapat dana desa sekitar Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar. Sekarang kondisi kolektif tinggal Rp 200 sampai Rp300 juta. Ini kades perlu diberikan dukungan untuk menjalankan pembangunan desa,” jelasnya 

Diharapkan adanya dukung serta berkolaborasi yang terbangun pimcam maupun pengurus Golkar dengan kades - kades akan mampu menjembatani aspirasi masyarakat desa perihal pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Tuban.

"Kami harap pengurus Pimcam, juga memberikan dukungan kepada kades - kades dalam pembangunan desanya," pintanya 

Baca Juga:
Gotong Royong Hidup, Pemdes dan BPD Baturasang Santuni Warga Kurang Mampu

Di akhir sambutan, Mas Lindra menyampaikan salam dari ibundanya Heany Relawati Rini Widyastuti dan kakaknya Aulia Hany Mustikasari. Keduanya berhalangan hadir karena tengah memantau persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. “Kami sampaikan kepada pengurus Golkar saat ini salam dari ibu dan juga Kakak Hany yang kebetulan mendampingi ibu memantau persiapan ibadah haji, sehingga tidak bisa hadir,” tukasnya.

Pantauan dilokasi Muscam ke XI, turut hadir wakil ketua DPD Golkar Tuban yang juga ketua DPRD Tuban Sugiantoro, Sekretaris DPD Golkar Tuban Suratmin, sejumlah anggota dewan Fraksi Partai Golkar, bersama pengurus, kader, toga dan pimpinan desa se-Kecamatan Bangilan.

Kegiatan Muscam XI tersebut menetapkan Aries Eko Setyawan sebagai Ketua/Pimpinan Partai Golkar Kecamatan Bangilan periode 2026–2031. Sebelumnya, Muscam Golkar Kecamatan Senori, Budi Wijanarko terpilih sebagai pimpinan kecamatan setempat. (*)